Jokowi Tambah Utang Rp 1.000 Triliun

495 views

Jokowi Tambah Utang Rp 1.000 Triliun

Jakarta – Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) Tahun Anggaran 2017 tercatat pemerintah akan menambah utang sebesar Rp 433,0 triliun hingga Rp 467,3 triliun. Jumlah tersebut tentunya naik dari target yang sebelumnya ditentukan.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih memilih untuk menambah utang ketimbang pangkas belanja lebih besar. Pemangkasan hanya mampu dilakukan sebesar Rp 16 triliun pada tahun ini untuk komponen belanja barang seperti perjalanan dinas, rapat dan lainnya.

“Kita enggak ingin memangkasnya supaya kita ingin menjaga supaya APBN itu tidak kontraktif, dia ekspansif,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantornya, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

APBN pada era Jokowi memang terhitung ekspansif, yang artinya agresif dalam belanja. Ini tergambar sejak pemerintah mengalihkan dana subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial. Namun karena setoran pajak melemah, konsekuensi yang harus ditempuh adalah tambahan utang.

Dalam RAPBNP 2017, pemerintah memperkirakan defisit anggaran nyaris menyentuh 3% atau menyentuh batas defisit sesuai dengan UU 17 Tahun 2003. Dia memperkirakan defisit mencapai 2,92% terhadap PDB. Namun, perkiraan tersebut masih bisa menurun ke level 2,67% jika adanya penghematan alamiah pada belanja kementerian/lembaga (K/L), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Desa.

Utang yang akan dilakukan pemerintah juga dalam bentuk penerbitan surat utang. Dia menyebutkan, peningkatan jumlah utang sudah memperhitungkan kemampuan pasar untuk menyerapnya.

Meski setiap tahun mengalami kenaikan namun pemerintah juga tetap melakukan pembayaran. Apalagi, hingga Mei 2017 utang pemerintah mencapai Rp 3.672,33 triliun atau masih 28% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Tapi yang membayar juga ada. Jangan melihat dianggap itu hanya naik begitu saja, (utang) enggak ada yang berkurang. Yang berkurang juga (ada),” tambahnya.

(mkj/mkj)

 

Nasional

Related Post

Leave a reply