BIANGNYA “Perang” Kampung adalah GENERASI?

948 views

Andi Hermawan (Sekretaris Komunitas Sarangge Bali Satu)
Sebuah catatan Kronologis  Penyebab “Perang” Kampung Bali Satu Vs Dorongao

Di tengah semangat banyak orang memberikan cintakasih yang tulus serta mengucapkan terimakasih kepada guru yang telah berjasa mengantarkan kita sebagai manusia hebat di hari guru tgl 25 November 2017, malah sebagian orang harus sibuk menyiapkan segala senjata tajam untuk membentengi diri dari bendungan musuh.

Saya tidak tau pasti, entah manusia mana yang memulai mengaduh banyak orang, sehingga muncul perkelahian antara warga Bali Satu dan Dorongao kemarin di lapangan Sori Wono Potu. Padahal, para pemain sendiri menikmati jalannya pertandingan, laga yang begitu tegang dan asyik, saling aduh taktik dan strategi jual beli serangan. Bahkan tidak ada yang nampak kasar sehingga tak satu orang pun mendapatkan kartu kuning saat pertanding berlangsung hingga selesai.

Tiba-tiba saja setelah pertandingan berakhir, ada banyak batu yang dilempar dari tribun ke dua suporter, ada banyak aparat kepolisian yang mengeluarkan tembakan peringatan, ibu-ibu menangis teriak keras sambil gendong anak kecil, bapak-bapak meredahkan emosi, sedangkan sebagaian para pemuda lain sebagai aset masa depan harapan bangsa ini, mereka saling kejar-kejaran dengan menggunakan panah dan senjata tajam.

Saya curiga, biang keroknya adalah anak-anak kita, adik-adik kita yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), saling memusuhi satu sama lain. Sebab, ada banyak orang yg menemukan mereka pegang parang, panah dan saling berkejaran dijalan.

Kekhawatiran saya, ini akan terjadi balas dendam dari perkelahian thn 2014 lalu, antara Kelurahan Bali Satu dan Lingkungan Dorongao Kelurahan Kandai1. Yang mengakibatkan kebangkrutan ekonomi warga selama hampir satu minggu, dimana akses jalan kota saat itu di tutup, toko-toko tidak berani berjualan, warga-warga saling waspada dan jaga diri, lalu korbanya adalah orang lain yang tidak punya kesalahan dan tidak tahu apa-apa.

Artinya, disini bentuk pengawasan orang tua harus bisa menyeimbangi dari pergaulan bebas anak-anaknya. Ada banyak remaja yang putus sekolah, kasus narkoba, konsumsi miras, tramadol, hingga menikah dini. Para mahasiswa dan serjana muda juga jangan diam diri, awasi setiap gerak-gerik adik-adiknya. Tanamkan rasa kecintaan mendalam, sosialisme, idealisme, munculkan wadah perkumpulan anak muda kreatif, ajari mereka nilai moral, berikan ilmu spiritual, arahkan hidupnya dengan melandaskan agama. Sebab masih banyak sekali saya jumpai anak muda yang galau, gelisah pada kehidupanya.

Munculnya perkelahian tiada lain adalah ‘faktor ekonomi’, masih banyak orang yang menggangur tanpa memiliki pekerjaan tetap, keasikan bermain domino, berjudi, duduk berlama-lama di pojok-pojok gang. Padahal, manusia itu memiliki potensi luar biasa dalam hidupnya, ada banyak kelebihan yang semestinya di asah lewat pendidikan formal di sekolahnya masing-masing.

Kalau sudah berkelahi antara kampung muncul, orang lain yg tidak bersalah dirugikan dengan aksi segelintir orang. Mereka was-was kalau mau keluar kampung, karna akan di tandai dan di musuhi. Yang saya tahu pula, warga dorongao dan bali satu banyak yang menjadi pekerja sebagai tukang ojek, buruh harian lepas, penjual ikan, penjual daging, dan penjual barang di pasar. Akses pencarian hidup mereka banyak di pasar.

Nah.. dari sinilah kita mulai berdewasa berpikir, dari banyaknya masalah yg muncul bertubi-tubi. Kasian sekali, mata pencarian di babat, para pembeli dari lingkungan lain takut datang, pendapatan menurun, lalu kenapa kita tidak berpikir? Barang kali, ayah-ibunya terjeret rentening, anak-anaknya sakit butuh biaya operasi atau butuh biaya pembayaran SPP kuliah dan seterusnya.

Maka jalan solusinya agar tidak membias adalah harus segera fasilitasi pertemuan antara kedua Pak Lurah dari bali 1 dan Kandai 1 bersama dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, toko masyarakat, agama dan pemuda.

MARI AJAK SAYA UNTUK SELAMATKAN BERSAMA GENERASI HARAPAN BANGSA, ASET MASA DEPAN BUMI NGAHI RAWI PAHU.

Biangnya Dompu Generasi Perang Kampung

Related Post

Leave a reply