Kunjungan CBO DAYASOS, Bupati; Kami Lebih Tertarik Kurangi Orang Miskin

449 views

Pertemuan CBO Dayasos Kemensos R I dengan Bupati di ruang kerjanya. (dok: humas/dompu).

Pusakapublik.com, Dompu – Selasa (12/12/2017), Iwan Febrian Capital Building Officer Program Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dari Direktorat Jendral Pemberdadyaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin.

Kunjungan salah seorang konsultan dari Ditjen Dayasos Kemensos RI tersebut disambut langsung Bupati di ruang kerjanya bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu Drs. Abdul Haris dan Trainer SLRT Kemensos Jemaah, M.Pd.

Iwan Febrian mengungkapkan, selain silaturahmi dengan Bupati kedatangannya bertujuan untuk menjelaskan pentingnya program SLRT untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan warga miskin dan rentan, berdasarkan profil basis data dan menghubungkannya dengan program-program pusat dan daerah yang sesuai dengan kebutuhan. “Ini penting dilakukan agar kita bisa mengidentifikasi kebutuhan pelayanan masyarakat miskin, baik disektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan,” ungkap Iwan.

Lanjutnya, aplikasi basis data SLRT juga dapat membantu mengindentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan, melakukan rujukan dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan-keluhan tersebut ditangani dengan baik, jelasnya.

Sementara itu, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin mengapresiasi program SLRT dari Kementerian Sosial dan melalui dinas tekhnis akan menyediakan data terkait jumlah penduduk miskin yang tersisa beberapa persen di daerah ini.

Namun, pada kesempatan tersebut, Bupati lebih tertarik membicarakan berbagai program dalam mengurangi orang miskin, khususnya di Dompu. “Saya tidak tertarik memberikan bantuan sosial kepada warga miskin, karena mereka akan ketergantungan, sehingga malas untuk bekerja dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangganya,” ujar HBY (sapaan akrab Bupati, red).

Program bantuan sosial, kata Bupati juga akan menimbulkan kemiskinan yang dibuat-buat oleh masyarakat. “Nanti akan banyak warga yang mengaku miskin, padahal tidak miskin. Itu yang tidak kami inginkan dan kami lebih tertarik berbicara bagaimana mengurangi orang miskin dari pada menerima bantuan sosial,” ujar Bupati.

Cara mengurangi orang miskin di daerah, kata HBY fokus pada program pembangunan ekonomi rakyat dengan mendorong dan memotivasi masyarakat untuk bekerja dan bekerja khususnya melalui Program Prioritas Pembangunan daerah salah satunya Program TERPIJAR yang memiliki tujuan untuk menjadian Warga Dompu Mampu Membayar. “Itu solusi kami mengurangi orang kemiskinan di daerah ini,” ucapnya.

Tambahnya, kalau pemerintah baik di tingkat daerah, kecamatan dan desa/kelurahan tidak mampu mengurangi orang miskin, maka bisa dianggap gagal dalam menjalankan tugas. “Alhamdulillah, sejah 2010 kami sudah mulai bekerja untuk mengurangi orang miskin di Dompu dan Insya Allah masyarakat Dompu sangat bersemangat untuk keluar dari kemiskinan yang menjerat selama ini,” tutup Bupati.

Ilustrasi Gambar. (Pendidikan Berkualitas dan Merata)/ foto facebook Phian Brahaduta

Sementara itu menurut Akademisi Dodo Kurniawan, SE. ME. yang dihubungi media Pusakapublik.com, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kemensos RI. Hal ini cukup beralasan mengingat trend penurunan kemiskinan di Indonesia  cukup lambat, dimana sejak 2012- 2015 persentase tingkat kemiskinan  berada pada 11,60 persen (2012) hingga 2015 persentase tingkat kemiskinan di Indonesia masih sagnan di angka 11,22 persen.

“Tingkat Kemiskinan kita di Indonesia penurunan cukup lambat, sehingga Pemerintah Pusat harus memiliki strategi yang konprehensip untuk dapat menurunkan angka kemiskinan” ungkapnya

Sementara itu bila kita dilihat tingkat kemiskinan di Provinsi NTB sejak tahun 2012-2015 penurunan tingkat kemiskinan turunnya hanya 1,08 persen selama kurun waktu 4 tahun. Di Kabupaten Dompu sendiri pada periode yang sama juga hanya turun 1,47 persen. ” Tingkat kemiskinan di NTB lebih tinggi bila kita bandingkan dengan Kabupaten Dompu, walaupun selama 4 tahun persentase penurun tingkat kemiskinan hampir sama”, bebernya

Ilustrasi (Menjamin Kebutuhan Hidup Lansia)/ foto facebook Phian Brahaduta

Sementara itu ditanya apa langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah untuk memotong rantai kemiskinan Di NTB khususnya Di Dompu?

Dalam mengatasi kemiskinan Pemerintah tidak boleh meilihat hanya satu aspek, bidang dan atau sektor, sebab penyebab orang miskin itu cukup bervariasi, ada miskin karena pendidikannya rendah, kesehatannya terganggu, usia, lapangan kerja kurang, dan yang lebih memprihatikan adalah miskin karena menjadi budaya (orang senang hidup miskin red). Oleh karena itu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Juga harus konfrehensip menyasar semua lini.

Upaya itu adalah pertama Pemerintah harus menjamin dan memberikan pendidikan yang berkualitas dan merata pada anak-anak usia sekolah atau penduduk usia 0-15 tahun, dan yang lebih penting adalah pendidikan yang berorentasi pada skill yang dibutuhkan oleh lapangan kerja. Kedua, bagi penduduk usia kerja (16-56 ) tahun, Pemerintah perlu membekali mereka dengan pelatihan-pelatihan yang mengarahkan pada spesialisasi keahlian sehingga akan mudah diserap oleh lapangan kerja. dan Ketiga bagi Penduduk lanjut usia (lansia) Pemerintah perlu menjamin keberlangsungan hidupnya agar tidak menjadi miskin lagi karena sudah tidak produktif lagi.

” Pemerintah perlu menyediakan pendidikan yang berkualitas dan merata yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, melakukan pelatihan-pelatihan yang mengarahkan kepada spesialisasi keahlian dan menjamin kebutuhan hidup lansia”. Tegasnya (HUMAS/ Pp001)

Bupati Dompu Orang Miskin Tertarik Kurangi

Related Post

Leave a reply