Kapolda NTB : Wilayah NTB keluar dari Zona Merah

404 views

Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si, saat memberikan arahan di Praya. (Foto tribratanews)

PUSAKApublik.com, Praya – Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si, bersama Pejabat Utama Polda NTB dan Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rochman, S.H., S.I.K., M.H. mengunjungi Praya, Lombok Tengah untuk melakukan kegiatan Safari Umat sekaligus melakukan patroli untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas menjelang pemilukada Tahun 2018. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB memberikan sambutan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, para Bhabinsa dan para Bhabinkamtibmas, serta para Kepala Desa di wilayah Lombok Tengah seperti dilansir tribratanews, Rabu (20/12).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa Wilayah Polda NTB sudah keluar dari zona merah. Zona merah merupakan merah itu berarti memiliki predikat kepatuhan rendah atau mutu pelayanan publik yang rendah.

“Tugas utama saya adalah membuat NTB keluar dari zona konflik atau zona merah sosial. Karena saya datang tanggal 14 Februari 2017, terhitung sekarang saya baru 10 bulan. Konflik di NTB tahun 2015 itu sebanyak 269 konflik, tahun 2016 sebanyak 179 konflik dan tahun 2017 sudah mau tutup tahun hanya 29 konflik saja, mudah-mudahan tidak ada sampai akhir tahun. “Tegas Kapolda NTB

Namun demikian, Kapolda menjelaskan bahwa meskipun wilayah NTB keluar dari zona merah, masih ada konflik senjata api rakitan.

Foto Kapolda NTB, Wakil Bupati Lombok Tengah, dan Tokon Agama (Tribratanews)

“Setelah NTB keluar dari zona merah konflik, masih ada konflik senjata api rakitan. Kami memerintahkan serahkan senjata api dengan suka rela. Sebelum polisi bergerak, apabila di tangkap akan di masukan rumah tahanan dan tidak akan di keluarkan.” Tegas Kapolda NTB

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan bahwa keberhasilan keluarnya Polda NTB sebagai zona merah juga tidak luput dari kerjasama para alim ulama, tokoh agama dan elemen-elemen masyarakat lainnya.

“Keluarnya NTB dari konflik sosial bukan kerja keras polisi semata tapi dukungan para alim ulama tokoh agama dan tokoh masyarakat. Saya harap masyarakat semua dapat membantu pencegahan konflik. Karena dalam teori konflik, setiap masyarakat setiap warga negara itu merupakan bagian dari konflik. “ Tegas Kapolda. SY

Keluar Zona Merah NTB

Related Post

Leave a reply