Mori Hanafi Berharap Pemerataan Akses untuk Difabel Segera Terwujud

394 views

Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, saat bersilaturahim dengan Ketua Persatuan Tuna Netra (PERTUNI) NTB, Fitri Nugrahaningrum, Selasa, 27 Februari 2018. (Dok.Suarantb.com)

PUSAKApublik.com, Mataram – Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, menggelar silaturahmi dengan Ketua Persatuan Tuna Netra (PERTUNI) NTB, Fitri Nugrahaningrum. Dari kegiatan ini, Mori menegaskan harapannya agar upaya pemberdayaan dan pemerataan kaum difabel semakin cepat terwujud.

“Mbak Fitri ini memang sosok yang sangat menginspirasi, yang tidak pernah berhenti peduli dan menyuarakan aspirasi kawan-kawan difabel,” ujar Mori usai kegiatan silaturahmi tersebut, dilansir suarantb.com, Selasa, (27 /02).

Untuk diketahui, Fitri Nugrahaningrum adalah seorang perempuan kelahiran Tanjung Karang, 18 Juni 1979. Meski hidup dengan sejumlah keterbatasan, namun Fitri justru bisa menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat sekitar.

Ia telah meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional. Misalnya, terpilih sebagai Kick Andy Hero pada 2014. Kemudian, penghargaan Tupperware She Can, Penghargaan dari Menteri Agama dan lainnya. Tuna netra yang disandangnya tak menjadi halangan bagi Fitri untuk mewujudkan mimpinya.

Fitri merupakan  lulusan S-2 Program Pengembangan Masyarakat Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah itu membangun sekolah non formal di kampungnya bersama sang suami Ahmad Zaki. Ibu yang berasal dari Solo ini menikah dengan Ahmad Zaki, seorang pemuda dari Kediri Lobar.

Melihat kondisi pendidikan anak-anak yang diperhatikan  di lingkungan sekitarnya, Fitri kemudian mendirikan pendidikan luar sekolah Satelit Masa Depan Negara (Samara) Lombok.

Sebelum menikah, ia sudah mendirikan Samara di Solo sekitar tahun 2005. Fitri menggabungkan berbagai konsep dan metode pendidikan. Selain memberikan materi pelajaran seperti di sekolah formal, anak-anak juga diberi muatan tentang moral dan budi pekerti, keterampilan.

Bersama Fitri, Mori berdiskusi dalam suasana yang cukup hangat untuk mendapatkan solusi dan program yang dibutuhkan dan perlu diprioritaskan untuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus.

“Dari diskusi ini Mbak Fitri, menyuarakan perlunya pemberdayaan kawan-kawan difabel, dan pemerataan segala akses, seperti Pendidikan, Lapangan Kerja, Layanan Kesehatan hingga masalah Kesejahteraan,” ujarnya.

Mori berharap, perbaikan layanan, fasilitas dasar, serta kesamaan akses ini bisa diwujudkan, terlebih jika kelak dirinya yang tampil mendampingi TGH. Ahyar Abduh, terpilih sebagai pemimpin NTB.

Kaum difabel memang menjadi komponen masyarakat yang cukup banyak mendapatkan perhatian dari pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori). Beberapa waktu lalu, Ahyar-Mori juga menggelar kegiatan khusus untuk kaum yang hidup dengan keterbatasan ini.

Ahyar-Mori dalam kesempatan tersebut juga meneguhkan komitmen mereka untuk memberikan prioritas pelayanan kepada para penyandang disabilitas dan difabel.

Menurut Ahyar, di NTB terdapat tak kurang dari 15.000 penyandang disabilitas dan difabel. Sementara, di Kota Mataram sendiri, upaya untuk memperhatikan penyandang disabilitas dan difabel sudah terus diupayakannya.

Ahyar menegaskan telah mendorong dinas dan instansi di lingkup Pemkot Mataram untuk tidak mendiskriminasi mereka. Fasilitas dan pelayanan untuk mereka pun menurutnya terus ia dorong agar menjadi prioritas.  Meski, Ahyar pun tak menampik bahwa upaya ini memang masih harus ditingkatkan.

Ia menegaskan, dalam skala provinsi, kebijakan yang berpihak terhadap penyandang disabilitas dan difabel haruslah dikedepankan.

Sumber:  suarantb.com

Difabel MoriHanafi NTB Pemerataan Fasilitas

Related Post

Leave a reply