Bagaimana Proses Pembangunan Ekonomi Lokal?

1413 views

Salah satu PEL Berbasis Pertanian: Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin sedang duduk di atas sebuah batu pinggir sawah, memandang lepas ke arah hamparan tanaman jagung di Dompu, baru-baru ini. Budidaya jagung di Dompu sedang mendapat apresiasi bagus dari Presiden RI, Joko Widodo. (Dok. Suara NTB/ula)

“Manfaat terbentuknya Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja Pembangunan Ekonomi Lokal (PEL) hanya sebagian tercermin dalam proyek atau inisiatif tertentu. Dampak yang sesungguhnya dari proses PEL adalah komunitas yang lebih kuat dan mandiri yang dapat memecahkan masalah dan menerapkan solusi inovatif untuk tantangan ekonomi di luar kehidupan proyek atau intervensi spesifik”.

Bagaimana Proses Pembangunan Ekonomi Lokal? Biasanya ada lima tahap dalam proses perencanaan Pengembangan Ekonomi Lokal:

Tahap Pertama Membentuk Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja untuk PEL

Pada tahap awal ini, masyarakat memutuskan bahwa manfaat melakukan proses perencanaan PEL patut dilakukan. Sebuah komunitas memulai proses perencanaan PEL dengan mengidentifikasi orang-orang, institusi publik, bisnis, organisasi masyarakat dan kelompok lain yang memiliki kepentingan dalam ekonomi lokal. Hal ini sering dipimpin oleh otoritas pemerintahan daerah, biasanya pemimpin masyarakat atau kepala daerah.

Dukungan masyarakat luas sangat penting. Semakin luas jangkauan peserta, semakin besar jumlah talenta yang tersedia untuk membantu. Keterampilan dan sumber daya yang dibawa masing-masing pemangku kepentingan ke dalam proses strategi memberikan fondasi penting bagi kesuksesan. Dasar untuk mengidentifikasi individu dan organisasi ini mengasumsikan bahwa mereka memiliki pengetahuan dasar tentang ekonomi lokal.

 Peran Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja untuk PEL

Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja Pengembangan Ekonomi Lokal dapat memainkan peran kunci dalam mengidentifikasi pemangku kepentingan, menjalin kemitraan dan melibatkan masyarakat luas seputar proses PEL.

Peran Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja dapat menjadi narasumber teknis yang menyediakan bantuan dan dukungan – di masyarakat dimana ada infrastruktur pemerintahan lokal yang kuat – menjadi pendorong utama proses PEL di masyarakat di mana diperlukan katalis kuat untuk melibatkan masyarakat luas dan keterlibatan pemangku kepentingan.

Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja PEL harus dapat memanfaatkan pengetahuan tentang ekonomi lokal serta pengetahuan tentang konteks ekonomi nasional dan internasional yang lebih luas. Peran utama Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja PEL adalah untuk mendorong dan mendukung hubungan produktif dan kemitraan yang efektif. Dalam lingkungan waktu dan sumber daya yang terbatas, efektivitas Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja PEL secara langsung berkaitan dengan kemampuannya untuk memasuki jaringan profesional dan komunitas untuk sumber daya, saran, pertukaran dan kemitraan.

Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja PEL memfasilitasi proses dimana masyarakat mengidentifikasi dan bertindak atas kesempatan ekonomi. Lebih dari itu, Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja membantu membangun kapasitas di dalam sebuah komunitas untuk menemukan pendekatan kolaboratif dalam mengatasi tantangan ekonomi dan sosial.

“Manfaat Jangka Pendek dari terbentuknya Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja hanya sebagian tercermin dalam proyek atau inisiatif tertentu. Dampak Jangkan Panjang sesungguhnya dari proses PEL adalah komunitas yang lebih kuat dan mandiri yang dapat memecahkan masalah dan menerapkan solusi inovatif untuk tantangan ekonomi di luar kehidupan proyek atau intervensi spesifik”.

Organisasi/ Komunitas/ Tim Kerja PEL mengacu pada beragam keterampilan untuk mendukung proses PEL dengan berbagai cara. Terlepas dari siapa yang memimpin proses ini, sangat penting bahwa pada akhir orientasi awal, para peserta termasuk pejabat publik dan pemimpin masyarakat atau pribadi, dapat sepenuhnya memahami dan mengenali PEL sebagai:

  1. Strategi penciptaan kekayaan, pekerjaan dan penciptaan pendapatan, dan, pada akhirnya, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup menuju masyarakat sejahtera.
  2. Sebuah proses yang mempromosikan kerjasama swadaya, pemberdayaan, inovasi, kolaborasi sektor publik-swasta-masyarakat sipil, perencanaan dari bawah ke atas, dan pembangunan berkelanjutan yang menggabungkan tanggung jawab sosial, lingkungan dan budaya dengan pembangunan ekonomi
  3. Penyumbang potensial terhadap pertumbuhan pendapatan pemerintah daerah di masa depan

Pendekatan yang terarah dan terencana untuk mengejar transformasi ekonomi, yang merupakan aspirasi yang melekat pada semua otoritas atau pemerintah daerah.

Pemahaman yang baik tentang PEL diperlukan bagi peserta dan anggota masyarakat untuk membeli proses PEL dan sepenuhnya bekerja sama dengan langkah-langkah perencanaan strategis. Proses PEL mencakup pembentukan tim inti PEL yang akan mengelola proses Perencanaan Strategis PEL.

Tim inti ini adalah kelompok kecil yang diberi wewenang oleh pejabat terpilih atau yang ditunjuk (misalnya walikota atau chief executive) untuk melakukan proses PEL. Tim ini harus melibatkan semua pemangku kepentingan terlibat di sepanjang proses.

Komite Penasihat Kemitraan PEL yang lebih besar yang terdiri dari kelompok multipihak jalan juga dapat dibentuk. Kelompok ini dapat berinteraksi dengan tim inti PEL dan bertindak sebagai kelompok referensi selama proses Perencanaan PEL.

Analisis Stakeholder

Langkah kunci dalam tahap ini adalah mengidentifikasi pemangku kepentingan melalui proses analisis pemangku kepentingan. Analisis pemangku kepentingan adalah alat bantu untuk menentukan; (i) siapa saja berbagai pihak yang terkena dampak pembangunan ekonomi daerah; dan (ii) cara terbaik untuk mengamankan

kerjasama dan dukungan untuk meletakkan landasan sosial untuk sukses sejak awal. Para pemangku kepentingan perlu dilibatkan sepanjang proses PEL untuk terus memastikan kepemilikan dan pembelian.

Seiring dengan strategi dan strategi PEL yang diformulasikan, kelompok kerja multi pemangku kepentingan lainnya dapat diciptakan sesuai kebutuhan untuk memanfaatkan keahlian mereka dan juga memastikan bahwa proses tersebut terus menjadi partisipatif. Analisis pemangku kepentingan dapat membantu dalam menyokong orang yang tepat. Seringkali inilah saat penyedia sumber daya luar dibutuhkan untuk membantu memfasilitasi proses ini.

Periode ini adalah tentang:

  1. Terorganisir
  2. Mendapatkan komitmen dan konsensus dan membangun kepercayaan
  3. Mengidentifikasi pemangku kepentingan (Stakeholder Analysis)
  4. Membentuk tim inti dan kelompok penasihat pemangku kepentingan
  5. Menentukan kapasitas organisasi dan jika bantuan dari luar dibutuhkan
  6. Merencanakan proses perencanaan strategis

Tahap Kedua Memahami Ekonomi Lokal dengan melakukan Penilaian Ekonomi Lokal

Tahap ini memerlukan pengumpulan dan analisis informasi yang memberikan perspektif yang berguna untuk perencanaan ekonomi lokal. Memahami total ekonomi merupakan langkah penting. Biasanya, ekonomi hanya dilihat melalui lensa ekonomi formal terutama karena mudah diukur (misalnya penerimaan pajak, izin usaha).

Namun, ekonomi formal hanya bagian dari “total ekonomi” yang lebih besar dan saling terkait yang mencakup ekonomi informal – atau kegiatan yang bekerja dalam beberapa jenis kegiatan ekonomi yang tidak diukur secara formal (misalnya, pedagang kecil, usaha mikro, pembantu rumah tangga dan bantuan rumah tangga).

Masyarakat harus menilai aset lokal (baik formal maupun informal) dan menentukan sumber daya apa yang tersedia untuk maju. Ada banyak alat yang tersedia untuk membantu menilai sumber daya masyarakat.

Tujuan penilaian ekonomi lokal adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masyarakat. Ini bisa termasuk kapasitas sumber daya manusia / human capital lokal, tata kelola pemerintahan untuk semua jenis kegiatan usaha dari informal ke korporasi, dan peluang dan ancaman yang dihadapi ekonomi lokal.

Beberapa informasi penting yang sering digunakan dalam menilai ekonomi lokal meliputi:

  1. Struktur Ekonomi – ukuran dan struktur sektoral ekonomi dan masyarakatnya;
  2. Sumber Daya Lokal – faktor teritorial yang mempengaruhi daya saing, termasuk sumber daya dan akses pasar, properti, transportasi, dan infrastruktur lainnya;
  3. Modal Manusia – karakteristik penduduk dan angkatan kerja setempat, termasuk status pekerjaan dan tingkat pendidikan;
  4. Institusi – determinan daya saing ‘lunak’, yang berkaitan dengan kualitas dan efektivitas lembaga pemerintah dan informal (misalnya informasi iklim investasi) dan akan menunjukkan bagaimana pemerintah memperlakukan komunitas bisnisnya; dan
  5. Informasi Daerah dan Nasional – informasi tentang apa yang terjadi di daerah lain yang berdampak pada masyarakat.

Ada berbagai metode untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melakukan penilaian ekonomi lokal. Penting untuk membangun informasi yang sudah ada dan mungkin perlu diperbarui. Metode ini meliputi:

  1. Penelitian berbasis deskriptif
  2. Informasi kuantitatif dan kualitatif
  3. Analisis pasar tenaga kerja
  4. Analisis data statistik (nasional, regional, lokal)
  5. Kuesioner dan survei (bisnis lokal yang memungkinkan survei perilaku lingkungan dan bisnis)
  6. Wawancara terstruktur / tidak terstruktur dan kelompok fokus (tatap muka, diskusi kelompok)

Pentingnya pemahaman sektor bisnis dalam pengumpulan data tidak bisa diremehkan. Persepsi yang jelas mengenai faktor fasilitator dan penghambat dalam berbisnis akan memberi masyarakat gambaran yang lebih jelas tentang apa yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Menilai Keuntungan Kompetitif Dan Peluang Untuk Kerjasama

Kunci dalam tahap ini adalah menentukan keunggulan kompetitif masyarakat serta kesempatan berkolaborasi. Hal ini membutuhkan melihat masyarakat sekitar atau daerah lain yang serupa dengan ukuran atau fungsi ekonomi untuk memahami perbedaan antara komunitas Anda dan orang lain dan menentukan apa yang menjadi kekuatan juga sebagai area kelemahan. Mengidentifikasi kesempatan untuk berkolaborasi dapat membantu mengatasi masalah isu lokal lebih efektif dan meningkatkan daya saing nasional dan global. Mengidentifikasi peluang pengembangan ekonomi pelengkap atau kooperatif antara kota.

Beberapa Pertanyaan Untuk Mempertimbangkan Analisa Keunggulan Kompetitif Dan Koleksian:

  1. Apa wilayah / wilayah lokal lainnya di wilayah ini memiliki dampak paling signifikan terhadap komunitas Anda?
  2. Apa wilayah / wilayah lokal lainnya yang Anda anggap sebagai pesaing ekonomi atau kolaborator? Mengapa?
  3. Seberapa kuat keterkaitannya dengan bidang-bidang ini (komunikasi, transportasi, produksi, pasar)?
  4. Peluang apa yang tersedia untuk memperbaiki keterkaitan ini?
  5. Apa bidang kepentingan ekonomi bersama?
  6. Peluang apa yang ada untuk bekerja sama untuk mempromosikan kepentingan ekonomi bersama?
  7. Apa keuntungan kompetitif Anda atas komunitas atau yurisdiksi lokal lainnya?
  8. Jika Anda melihat daerah Anda berkompetisi dengan daerah lain di kawasan ini, dapatkah hubungan ini berubah menjadi kolaborasi untuk lebih kompetitif secara nasional dan global?

Analisis Data

Ada banyak alat yang tersedia untuk menganalisa hasil data ekonomi Anda. Ini termasuk alat seperti:

  1. Survei perilaku bisnis dan penduduk setempat
  2. Analisis kompetisi dan kolaborasi
  3. Analisis rantai nilai
  4. Analisis gender

Salah satu alat yang umum adalah Analisis Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT). Analisis SWOT dapat dilakukan oleh Tim Inti PEL dan PELPAC bersama dengan pemangku kepentingan utama lainnya yang diidentifikasi selama analisis pemangku kepentingan. Ini akan mengintegrasikan dan meringkas informasi, persepsi tentang ekonomi lokal dari sudut pandang daya saing keseluruhan (Cities Alliance, 2007).

Daya saing masyarakat adalah fungsi faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman). Analisis ini akan membantu menentukan pendapat dan persepsi masyarakat, mengidentifikasi dan memproyeksikan tren dan isu masa depan untuk pengembangan strategi PEL, dan menentukan respons kebijakan yang tepat untuk membangun peluang PEL. Hasil analisis SWOT sangat membantu dalam menentukan fokus Rencana Strategis PEL. Isu-isu yang diidentifikasi akan menginformasikan kerajinan visi, sasaran, sasaran dan rancangan program dan proyek yang akan memaksimalkan kekuatan, mengatasi kelemahan, memanfaatkan peluang dan mengurangi ancaman.

Bersambung…………………………..(*)

* Dodo Kurniawan (Mahasiswa PDIE Universitas Brawijaya Malang)

Dompu Ekonomi Lokal Pembangunan

Related Post

Leave a reply