Jumlah Guru SD Overload, Dikpora Akan Lakukan Seleksi Ulang

484 views

H. Ikhtiar NM. Yusuf SH Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, NTB. (Dok. kabarkita.info)

PUSAKApublik.com, Dompu – Tenaga guru yang mengajar pada Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Dompu ditengarai sudah sangat jauh melebihi kebutuhan karena jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah lebih dari 2.000 (dua Ribu) guru. Demikian pula dengan jumlah guru non PNS yang diperkirakan juga sudah lebih dari 1.500 (Seribu Lima Ratus) guru yang tersebar di seluruh Sekolah tingkat SD.

Apabila memperhatikan jumlah Sekolah tingkat SD di Kabupaten Dompu yang sebanyak 213 (Dua Ratus Tiga Belas) Sekolah dengan hitungan 6 (enam) kelas setiap sekolah  maka dibutuhkan guru kelas sebanyak 1.278 (Seribu Dua Ratus Tujuh Puluh Delapan) guru.

Kemudian ditambah lagi dengan masing – masing Kepala Sekolah (Kasek) sebanyak 213 (Dua Ratus Tiga Belas) orang, Guru Agama 213 (Dua Ratus Tiga Belas) orang dan Guru Olah Raga 213 (Dua Ratus Tiga Belas), maka jumlah riel guru yang dibutuhkan untuk mengajar siswa di 213 (Dua Ratus Tiga Belas) sekolah tingkat SD ini hanya 1.917 (Seribu Sembilan Ratus Tujuh Belas) guru.

Akan tetapi fakta yang terjadi di Dana Nggahi Rawi Pahu, justeru setiap sekolah tingkat SD masih melakukan penerimaan tenaga guru – guru honor untuk mengajar, padahal sudah jelas jumlah gurunya melebihi jumlah kelas yang tersedia.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H.Ikhtiar H. M.Yusuf SH, kepada wartawan mengakui bahwa jumlah tenaga guru honor sudah mencapai angka kurang lebih 6000 (Enam Ribu) orang termasuk guru PAUD dan guru TK (Taman Kanak Kanak). Dia menyadari adanya kebablasan dalam penerimaan tenaga guru honor ini. “Ada yang SK Bupati, SK Dinas, SK Dinas Kecamatan, terlebih SK Kepala Sekolah”, ungkapnya

Kondisi ini katanya sudah jauh dari ketentuan sehingga jalan keluar terbaik yang seharusnya dilakukan adalah dengan melakukan pengaturan ulang melalui proses testing sehingga, mereka yang lulus testing inilah yang di SK kan kembali untuk mengajar. “dari 6000 tenaga honor itu, yang dibutuhkan hanya sekitar 600 orang saja. Tapi bagaimana lagi, mereka ini dijadikan guru pendamping saja”, terang H. Ikhtiar.

Sumber: Tofonews.com

Dikpora Dompu Guru SD

Related Post

Leave a reply