Ex Bioskop Raba dan Kluster Perdagangan Perlu di Kembangkan di Kota Bima

687 views

Oleh Dr. M Firmansyah (Dosen FEB UNRAM)

PUSAKAPUBLIK.COM, Mataram-Mungkin terlintas dalam benak kita suatu pertanyaan, kenapa Pasar Glodok Jakarta mengumpul Pedagang Elektronik, Malioboro berkumpul pedagang pakain khas jogja? Di sayang-sayang mataram mengumpul rumah makan khas lombok dan di desa nipah KLU ada sentra ikan bakar.

Lebih luas dari itu, dalam perspektif industri kenapa industri perfilman berkumpul di Holliwood, perusahaan IT seperti facebook, toshiba, google dan lain-lain berkumpul di sillicon valey.

Jawabnya karena adanya keunggulan-unggulan aglomerasi. Dalam konteks perdagangan, salah satu keunggulan itu karena rendahnya comparison cost bagi pembeli.

Kluster (aglomerasi) perdagangan artinya penjual dengan dagangan yang sejenis mengumpul dalam satu lokasi.

Saya ingin bercerita terkait psikologi konsumen. Di sebuah kota di Jogja saya ingin beli hape. Kebutulan di sana ada satu gedung yg hanya menjual hape dan pernak perniknya. Di halaman gedung itu ada sekumpulan (kluster) yang jualan makanan dan minuman. Disebrang jalan gedung itu ada sekumpulan kios (puluhan) yg jual buku-buku murah.

Saya lelah skali krn mutar-mutar cari hape di gedung itu. Tapi untuk membandingkan merek, harga dan kualitas saya tidak perlu keluar dari gedung itu. Ini yg namanya rendahnya komparison cost (biaya membandingkan). Biasanya kita di Bima kalau tdk ada di Lampe, kita cari toko hape di Raba, kalau juga tdk ada cari di Bima, sehingga bikin capek dan habis bensin.

Karena lelah saya putuskan untuk makan dan minum makanan yang berjejer di gedung itu. Setelah kenyang, saya penasaran dengan toko buku yang dijual di seberang gedung hape itu. Akhirnya saya pun beli buku yang saya anggap bagus.

Bayangkan, saya yang hanya niat beli hape akhirnya beli makan dan juga beli buku. Bukan hanya pedagang hape yang untung juga pedagang makanan dan penjual buku. Jadi bisnis hape intinya, jual makanan dan buku turunannyan

Ex Bioskop Raba Saya kira tepat untuk membangun model kluster perdagangan terbesar di Bima. Saya tidak tahu siapa pemiliknya, bila pemerintah kota yang punya, bisa langsung dipertimbangkan untuk dibangun. Bila punya swasta murni, pemkot Bima dapat membeli atau memfasilitasi untuk mempertemukan pemilik dengan pemodal sehingga dapat segera dibangunkan. Atau dengan pola-pola lain yg sama-sama menguntungkan.

Karena lokasinya di jantung Kota Bima. Ex bioskop Raba akan menjadi salah satu icon atau identitas kota Bima. Kareteristik jasa, industri, perdagangan, aminitis sebuah perkotaan perlu menonjol, untuk dapat menarik org keluar dan masuk Kota Bima

DR. Firmansyah Ekonomi Kota Bima

Related Post

Leave a reply