Gempa Susulan Kembali Menimpa Sembalun Lotim

612 views

Dampak Gempa yang terjadi di Lombok Timur NTB

PUSAKAPUBLIK.COM, Mataram – Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR)mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali, Minggu, 29 Juli 2018, pukul 05.47.39 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram pada kedalaman 24 km.

Sekitar pukul 09.00 telah terjadi lagi gempa susulan yang cukup besar, sehingga membuat kepanikan warga, namun pihak kepolisian Resort Lombok Timur yang berada di dekat titik gempa yakni Sembalun menghimbau agar warga tetap tenang dan tidak panik.

“Kami saat ini sudah di lokasi yang terkena dampak gempa yakni di Sembalun, kami membantu mendirikan tenda-tenda darurat dan memberikan himbau agar warga tidak panik menghadapi gempa susulan yang baru saja terjadi, Ungkap Kapolres Lombok Timur AKBP Muhammad Fathurahman.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, SP, MM menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Agus, seperti dilansir suarantb.com pada Minggu, (29/07).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI). Kemudian Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI.

Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,”ujarnya.

Hingga pukul 06.25 WIB, kata Agus, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 11 gempabumi susulan (aftershock) yang paling kuat M=5,7.  Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (PP01)

 

Gempa 6.4 Lombok Timur NTB

Related Post

Leave a reply