Catatan Penelitian Mahasiswa Prodi. Pendidikan Sejarah STKIP Yapis Dompu

432 views
Foto: Tim mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program studi sejarah STKIP YAPIS DOMPU melakukan study tour pada empat tempat di Kota Bima dan Kabupaten Bima dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan dan mempelajari sejarah masa kesultanan Bima.

Kunjungan pertama dilakukan di museum Asi Mbojo yang bertempat di Jln. Sultan Ibrahim No. 2 Kota Bima (di belakang alun-alun serasuba). Museum Asi Mbojo dahulunya merupakan bekas istana kesultanan bima, dibangun pada tahun 1927 dan digunakan pada tahun 1930. Di dalam museum banyak peninggalan-peninggalan pada jaman kesultanan terdahulu seperti baju adat, lukisan sultan beserta keluarga besarnya, dan banyak lagi peninggalan lainnya. Museum Asi Mbojo diresmikan pada tanggal 14 Januari 1997 oleh gubernur NTB bapak H. Warsito dan Bupati Bima bapak Adi Haryanto. Keadaan museum Asi Mbojo masih sangat terawat dan tertata rapi oleh penjaga setempat.

Kunjungan yang kedua dilakukan di masjid sultan Muhammad Salahuddin Bima, masjid ini merupakan salah satu bukti perkembangan islam pada masa kesultan terdahulu. Di dalam komplek terdapat makam-makan sultan penguasa Bima dan makam pengikut-pengikutnya. Yang terlihat unik adalah batu nisan yang memiliki corak yang berbeda dan bertuliskan tulisan Arab dengan bahasa Melayu. Namun sayangnya makam tersebut kurang terawat dikarenakan tidak adanya penjaga di sekitar makam tersebut.

Kunjungan yang ketiga dilakukan di komplek makam para raja/sultan dana Teraha. Pada komplek tersebut terdapat makam sultan pertama yaitu makam Sultan Abdul Kahir beliau merupakan membawa ajaran islam pertama di Bima. Beliau wafat pada tanggal 22 Desember 1640 dan memegang kekuasaan selama 42 tahun. Terdapat beberapa makam sultan dan perdana mentri pada masa kesultanan terdahulu. Keadaan makam-makam tersebut sangatlah terjaga dikarenakan ada beberapa penjaga yang selalu membersihkan dan merawat makam-makam tersebut.

Dan kunjungan yang terakhir dilakukan pada komplek makam di tolobali disana terdapat makam sultan Abdul Kahir Sirajudin beliau merupakan sultan ke dua dan bergelar sebagai ” ruma mantau uma jati” , di sana juga terdapat makam Sultan Bima ketiga yaitu sultan Nurudin Abu Bakar dan sultan keempat Sultan Jamaludin. Itulah beberapa kunjungan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah. “kami berharap peninggalan dan juga makam-makam sultan tersebut dapat terawat dan terjaga agar masyarakat tetap terkenang dengan jasa perjuangan dari sultan-sultan terdahulu” ungkap Dandi salah satu mahasiswa yang mengikuti penelitian tersebut. (Nuril Qomaria)

Dompu NTB Pendidikan STKIP STKIP Yapis Dompu

Related Post

Leave a reply