PENYEBAB FLUKTUASI NILAI MATA UANG RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA

2241 views

Oleh: Yadin Setiawan

Mahasiswa Universitas Alma Ata Yogyakarta

Foto: Yadin Setiawan

Perdagangan internasional, saat ini telah berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut dapat kita lihat dari semakin banyaknya transaksi bisnis antara pihak-pihak yang berasal dari berbagai negara, misalnya adanya kegiatan ekspor-impor barang dan jasa antar Negara. Perdagangan internasional terjadi karena didorong oleh beberapa faktor seperti dorongan untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri, keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara, adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuandan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi.

Kegiatan perdagangan international melibatkan dua Negara dan lebih yang mempunyai mata uang yang berbeda, maka perlu dari kedua belah pihak untuk memperhatikan nilai kurs (exchange rate) dari masing-masing Negara tersebut. Sebelum kita memebahas lebih jauh lagi, hal fundamental yang perlu dipahami dalam perdagangan international ini adalah kurs valuta asing.

Pengertian kurs valuta asing secara umum adalah pertukaran mata uang domestik dengan mata uang asing sedangkan harga atau nilai mata uang terhadap mata uang lainnya disebut  kurs atau nilai tukar. Ada dua macam kurs yang perlu kita pahami yaitu kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah harga yang diberikan oleh Bank ketika kita ingin memebeli mata uang asing. Kurs beli adalah harga yang diberikan oleh Bank ketika kita menukarkan mata uang domestik dengan mata uang asing.

Sebagai contoh, kurs harga jual dollar Rp. 14.500, dan kurs beli Rp. 12.500. Artinya untuk menukarkan rupiah terhadap dollar diperlukan Rp. 14.500 untuk 1 USD. Sedangkan jika kita ingin menukarkan mata uang dolar ke rupiah, maka Bank akan menghargai sebesar Rp. 12.500. ketika kita konteks kan dengan realitas sekarang bahwa kurs rupiah cenderung melemah terhadap kurs Dollar, lalu apakah faktor penyebab terjadinya fluktuasi kurs Rupiah?

Suatu Negara dengan tingkat inflasi yang konsisten rendah akan cenderung kuat nilai tukarnya dibandingkan dengan Negara yang tinkat inflasinya tinggi. Daya beli mata uang terebut relatif lebih tinggi di Negara lain. Nilai tukar mata uang Negara-negara yang  tingkat inflasinya tinggi akan mengalami depresiasi dibandingkan dengan Negara lainnya.

Pengaruh tingkat suku bunga, Neraca Perdagangan, Politik dan Ekonomi.

Perubahan tingkat suku Bunga akan berpengaruh pada perubahan jumlah investasi di suatu Negara, baik investor yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Perubahan tingkat suku Bunga ini akan berdampak  pada perubahan jumlah permintaan dan penawaran di pasar uang domestik. Artinya setiap kenaikan tingkat suku bunga Bank di Indonesia akan meningkatkan pergerakan Rupiah terhadap Dollar Amerika karena ketika tingkat suku bunga domestik meningkat sementara suku bunga luar negeri tetap stabil, maka minat investor untuk menanamkan modalnya di dalam negeri semakin naik karena return yang diharapkan akan lebih tinggi. Permintaan terhadap mata uang domestik meningkat sehingga akan merespon menguatnya mata uang dalam negeri. Begitupun sebaliknya jika suku Bunga melemah akan berdampak pada menurunnya minat investor untuk menananmkan modalnya, sehingga permintaan mata uang domestik pun ikut menurun. Neraca perdagangan antar dua Negara berisi semua hasil transaksi jual beli barang dan jasa. Neraca perdagangan suatu Negara dikatakana defisit jika Negara tersebut mengeluarkan biaya lebih banyak ke Negara lain dalam hasil transaksi jual beli dibandingkan dengan pembayaran yang diterima. Artinya Negara yang bersankutan membutuhkan valuta asing lebih banyak lagi, sehingga hal ini akan menyebabkan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing melemah.

Apa bila terdapat kelebihan jumlah uang yang beredar maka neraca perdagangan pembayaran akan defisit dan sebaliknya jika terjadi kelebihan permintaan uang, neraca pembayaran akan surplus. Kelebihan jumlah uang yang beredar mengakibatkan konsumsi masyarakat akan meningkat, misalnya untuk impor atau membeli surat-surat berharga luar negeri sehingga terjadi aliran modal keluar, ini akan berdampak pada permintaan akan valuta asing meningkat sedangkan permintaan mata uang domestik menurun.

Para investor tentu akan mencari Negara dengan kinerja ekonomi yang stabil dan kondisi politik yang kondusif. Negara yang politiknya kurang kondusif akan cenderung beresiko tinggi sebagai tempat berinvestasi. Keadaan politik akan berdampak pada kinerja ekonomi dan kepercayaan investor, hal ini juga yang akhirnya akan mempengaruhi nilai tukar mata uang. Faktor-faktor di atas cukup signifikan dalam mempengaruhi kurs Rupiah terhadap mata Dollar Amerika. Oleh sebab itu, pemerintah diharapakan untuk memperhatikan kebijakan-kebijakan moneter hingga kestabilan politik dan makro ekonomi yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang Rupiah.

Indonesia

Related Post

Leave a reply