SAINS MODERN MEMBONGKAR RAHASIA PERJALANAN ISRA’ DAN MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

635 views

Oleh: Abdullah

Pegiat Dakwah Nusantara

Isra dan mi’raj merupakan peristiwa yang kontroversial. Bagaimana tidak, peristiwa ini telah menyulut perdebatan yang sangat panjang sejak 15 abad yang lalu sampai sekarang, baik dikalangan muslim maupun non muslim.

Poin yang menjadi puncak perdebatan itu adalah bagaimana mungkin perjalanan dari Mekkah ke Palestina (masjid al-Haram ke masjid al-Aqsa) dengan jarak 1.500 Km yang dikenal dengan istilah isra’ dan dilanjutkan dengan mi’raj menuju langit ke 7 dapat ditempuh dalam waktu separuh malam?,

Allah mengutus malaikat Jibril untuk mendampingi perjalanan isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad, karena jibril adalah mahluk dari langit ke 7 yang berbadan cahaya. Dengan badan cahaya itu, Jibril bisa membawa Rasulullah melintasi dimensi-dimensi yang tak kasat mata dengan kecepatan tertinggi di alam semesta.

Selain itu perjalanan mereka juga disertai oleh buraq. Ia adalah mahluk berbadan cahaya yang berasal dari alam malakut yang dijadikan tunggangan selama perjalanan tersebut. Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Ketika menunggang buraq itu mereka bertiga melesat dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 km per detik.

Perjalanan dengan kecepatan 300.000 km/s mustahil badan manusia bisa melakukannya, efeknya tidak main-main, badan manusia akan tercerai berai menjadi partikel-partikel kecil sebelum mencapai kecepatan puncak. Mengapa demikian?. Tubuh manusia tersusun dari partikel-partikel sub atomic yang saling bergandengan menggunakan binding energy atau energy ikat. Ketika diperjalankan dengan kecepatan yang sangat tinggi, maka muncullah gaya yang berlawanan dengan energy ikat tersebut. Semakin tinggi kecepatannya maka energy yang melawan binding energy tersebut semakin besar. Akibatnya adalah tubuh manusia akan terlepas menjadi pertikel-pertikel kecil.

Satu-satunya cara agar perjalanan isra’ dan mi’raj itu dapat dilakukan adalah badan Rasulullah harus dirubah menjadi cahaya. Apakah bisa?, sains modern menjawab: “setiap materi memiliki anti materi. Jika materi dipertemukan atau direaksikan dengan anti materinya maka kedua partikel tersebut akan lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gama”. Reaksi ini dikenal dengan teori Annihilasi. Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir.

Reaksi inilah yang terjadi sebelum peristiwa isra’ Rasulullah. Siapakah ilmuwan yang melakukannya pada Rasulullah saat itu?, jawabannya adalah malaikat Jibril. Kenapa harus jibril?, karena ia adalah mahluk cahaya yang tentunya lebih tahu merubah materi menjadi cahaya sebagaimana teori unnihilasi.  Telah diceritakan bahwa sebelum di-‘isra’-kan Rasulullah saw. Disucikan mengunakan air zam-zam oleh malaikat Jibril. Diriwayat yang lain diceritakan bahwa Jibril mengoperasi hati Rasulullah saw. Dan mensicikannya dengan air zam-zam. Dapat diduga bahwa proses pencucian hati ini adalah proses unnihilasi. Sehingga Nabi Muhammad, malaikat jibril dan buraq dapat melaju dengan kecepatan yang sama tanpa hambatan. Dengan demikian jika dengan kecepatannya 300.000 km/detik, maka perjalanan dari masjid al-Haram menuju masjid al-Aqsa yang jaraknya 1.500 km dapat ditempuh Rasulullah hanya dalam waktu 0.005 detik. Begitulah pandangan sains modern terhadap kisah isra’ mi’raj.

Dompu isra' dan mi'raj nabi muhammad SAW NTB rahasia sains modern

Related Post

Leave a reply