Dosen dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Mengikuti Desiminasi Penelitian Arkeologi

638 views

Sejumlah dosen dan Mahasiswa Program studi pendidikan Sejarah Kampus STKIP Yapis Dompu telah mengikuti kegiatan seminar disiminasi hasil penelitian arkeologi ekskavasi situs Dorompana yang diselenggarakan di  Dompu, pada hari Ahad 12 Mei 2019 di Hotel Rinjani Dompu.

Desiminasi atau Seminar ini diadakan oleh Balai Arkeologi Denpasar Bali dan diikuti oleh para penggiat Sejarah, akademisi, para tetua adat, tokoh masyarakat disekitar wilayah konservasi serta Dinas Pariwisata Dompu. Pada seminar ini juga dihadiri oleh pakar sejarah Prof. I Ketut Ardhana dari Universitas Udayana.

Seminar ini merupakan sebuah pelaporan hasil penelitian arkeologi yang dilakukan pada  salah satu wilayah Dompu yaitu di kelurahan Kandai Satu tepatnya di situs Dorompana. Berdasarkan penggalian balai arkeologi tersebut telah ditemukan berupa tengkorak manusia, tulang kuda dan porseling china. Dalam analisis awal mengatakan bahwa dorompana itu merupakan sebuah pemakaman pada jaman dahulu. Dari hasil temuan sudah bisa dipastikan bahwa tengkorak, tulang kuda dan porseling cina tersebut berumur berabad-abad atau pada saat islam belum hadir, tepatnya pada masa kepercayaan Hindu di wilayah dompu.

Pada penyampaian laporan oleh ketua tim konservasi Arkeologi ” Ni Putu Eka Juliawati ” mengatakan bahwa akan ada penelitian lanjutan untuk penggalian di wilayah Dorompana dan akan lebih memastikan tahun dijadikannya Dorompana sebagai tempat pemakanan dan akan mencari tahu tentang kehidupan awal dari masyarakat Dompu.

Selain itu, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Yapis Dompu, Sumiati, M. Pd, Ia mengatakan “saya berharap dengan adanya penelitian seperti ini bisa membangun kerja sama yang berbentuk MOU dengan balai arkeologi¬† sehingga dapat ikut terlibat langsung dalam riset dan menggalian sejarah arkeologi di wilayah Dompu”. Sebagai penutup pakar sejarah Prof. I Ketut Ardhana mengatakan bahwa “sejarah harus bisa menghadirkan fakta, tampa ada fakta orang tidak akan bisa menulis sejarah”. (Nuril Qomaria).

Balai Arkeologi Dompu Dosen Mahasiswa NTB STKIP Yapis Dompu

Related Post

Leave a reply