KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER

168 views

Faturiyah

Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) YAPIS Dompu

Faturiyah

Pendidikan karakter merupakan usuha atau rencana manusia yang memiliki kesedaran dalam membangun pontensi dalam membangun karakter yang lebih baik sehingga menjadi  individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi lingkungan disekitarnya. Tujuan dari pendidikan berkarakter untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu yang di dalamnya terdapat kompenem pengetahuan kesadaran, kemauan. pendidikan karakter juga mempunyai makna yang mengedepankan esensi yang berorentasi terhadap terhadap moral dan ahlak yang baik.

Pendidikan berkarakter juga, seharusnya, dijadikan  acuan oleh tenaga pendidik untuk mendorong karakter murid dalam hal ini guru tidak hanya  mengajarkan materi pembelajaran tetapi guru harus mampu menjadi seorang teladan, bagi setiap orang yang mampu memahami karakter pendididkan mereka akan mudah mempelajari dan memaknai setiap kata yang ada dalam karakter pendidikan yang nantinya akan menjadi fungsi di dunia pendidikan. Sebagai contoh, mengembangkan pontensi yang ada dalam diri manusia sehingga dapat menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik,dan berprilaku baik membangun dan memperkuat perilakum masyarakat membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur membangun dan meningkatkan kualitas diri pemuda atau pelajar.

Ketika kita ingin membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakat berahlak mulia bermoral bertoleransi dan bergontoroyong untuk mencapai tujuan tersebut maka harus mempunyai nilai-nilai pembentukan karakter yang bersumber dari agama, seperti kejujuran. Sikap toleransi disiplin kerja keras kreaktif kemandirian, sikap demokratis rasa ingin tahu semangat bangsa menghargai prestasi sikap persahabatan cinta damai gemar membaca peduli terhadap lingkungan perduli sosial, rasa tanggung jawab seperti yang terjadi saat ini bahwa proses globalilasisi secara terus menerus akan  berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan berkarakter  akan berdampak pada krisis moral yang berakibat pada  perilaku negatif di masyarakat misalnya pergaulan bebas penyalahgunaan obat- obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak  dan lain lain.

 Saat ini pendidikan semakin banyak diperbingcakan ditengah tengah masyarakat Indonesia terutama di kalangan akademisi. Sikap dan perilaku masyarakat  dan bangsa Indoonesia sekarang cenderung mengabaikan nilai-nilai luhur yang sudah lama dijunjung tinggi dan mengakar dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai karakter mulia seperti kejujuran, kesantunan, kebersamaan, dan religious, sedikit demi sedikit tergerus oleh budaya asing yang cederung hedonis, materialis dan individualis sehingga nilai-nilai karakter tersebut tidak lagi dianggap penting jika bertentanngan dengan tujuan yamg ingin diperoleh.

Membangun karakter bangsa membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan secara berkesinambungan karakter yang melekat pada bangsa kita akhir akhir  ini bukan begitu saja terjadi secara tiba tiba tetapi sudah melalui proses yang panjang potret kekerasan kebrutalan, dan ketidak jujuran anak  bangsa  yang ditampilkan oleh media baik media cetak ,maupun media elektronik sekarang Ini sudah melewati prores yang panjang pendidikan yang merupakan agent of change harus mampu melakukan perbaikan karakter bangsa kita. Karena itu pendidikan kita perlu direkonstruksi ulang agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas  dan sikap menghadapi dunia masa depan  yang penuh problematis dan tantangan serta dapat  menghasilkan lulusan yang memiliki karakter mulia  pendidikan harus mampu mengembangkan misi pembentukan karakter. Demi terwujudnya karakter baik yang merupakan tujuan akhir dari suatu proses penddidikan atau budaya kultur yang ada di lembaga baik sekolah maupun kampus maupun yang lain, maka diperlukan kesadaran kolektif seluruh elemen pemerintahan, swasta dan masyarakat agar tercipta generasi yang memiliki karakter baik.

Dompu karakter NTB Pendidikan

Related Post

Leave a reply