Sambut kemerdekaan Mahasiswa KKN-PPM adakan lomba tradisional demi beri motivasi pendidikan anak

273 views

Pusakapublik.com – Dompu, Tidak hanya melaksanakan kegiatan bimbingan belajar, baca Al-Qur’an, Bahasa inggris, literasi numerasi, dan kursus computer, tapi juga mahasiswa pelaksana hibah KKN-PPM (Kuliah kerja nyata dan pemberdayaan pada masyarakat) berbartisipasi dalam memerihakhan hari kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945), Terselenggaranya kegiatan perlombaan dalam bentuk permainan rakyat tradisional yang bersifat mendidik bagi siswa dan anak-anak putus sekolah merupakan program yang bertujuan memberikan pendidikan karakter pada anak, terutama anak-anak yang sudah tidak memiliki motivasi dalam melanjutkan pendidikan, ungkap anggota tim hibah, Lasmini. (18/8/2019).

Rogers & Sawyer’s (Iswinarti, 2010:6) mengemukakan nilai-nilai penting dalam bermain bagi anak yaitu: meningkatkan kemampuan problem solving pada anak, menstimulasi perkembangan bahasa dan kemampuan verbal, mengembangkan keterampilan sosial, dan merupakan wadah pengekspresian emosi yang baik bagi anak. Dalam pengembangan karakter, permainan tradisional juga telah terbukti dapat meningkatkan karakter yang postif. Cahyono (2011:2) mengemukakan sejumlah karakter yang dimiliki oleh permainan tradisional yang mampu membentuk karakter positif yaitu: permainan tradisional cenderung menggunakan fasilitas di lingkungan tanpa membelinya sehingga anak perlu daya imaginasi dan kreativitas yang tinggi untuk membuat alat permainan, permainan tradisional anak melibatkan pemain yang banyak sehingga menuntut kemampuan interaksi antar pemain di dalamnya, permainan tradisional memiliki pesan moral tertentu seperti nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, tanggung jawab, sikap lapang dada, dorongan untuk berprestasi, dan taat pada peraturan.

Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan berhasil serta dorongan kebutuhan belajar, harapan, dan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik (Uno, 2009: 23). Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil, (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan, (4) adanya penghargaan dalam belajar, (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik. PP.009.

Hibah Kemenristekdikti KKN/PPM LLDIKTI STKIP Yapis Dompu

Related Post

Leave a reply