ANTARA MASYARAKAT, SAMPAH DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN

247 views

Erawati, Mahasiswi STKIP Yapis Dompu, NTB

Menurut undang-undang No. 23 tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan,  dan makhluk hidup,  termaksud manusia dan prilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Jadi, ketika lingkungan tercemar maka kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain akan terganggu, karena masalah pencemaran lingkungan lebih tepatnya masalah sampah merupakan masalah serius yang dihadapi seluruh bangsa maupun kota, seperti yang dialami masyarakat dompu saat ini.

Kepala Humas dan protokol setdaprov NTB Najamuddin Amy menyatakan ”jika sampah dikelola dengan baik, akan menjadi berkah sebaliknya, jika tak sanggunp dikelola dengan baik akan menjadi bencana dan sumber penyakit”, Ia menambahkan “Di NTB total sampah yang dihasilkan dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB mencapai 3.388 ton per hari. Dari jumlah itu sebanyak 631 ton yang sampai ke 10 TPA dan baru 51 ton yang didaur ulang. sekitar 80% atau 2.695 ton sampah belum terkelola dengan baik”

Menurut definisi world hearth organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Akan tetapi sampah di sini dibagi menjadi dua, yaitu sampah anorganik dan sampah organik. Sampah anorganik adalah sampah yang terdiri atas bahan organik yang tidak dapat terurai, seperti: plastik, kaleng, logam,dan kain sisa. Sedangkan sampah organik adalah sampah yang terdiri atas bahan organik yang dapat terurai oleh jamur seperti: dedaunan, sayuran, dan buah-buahan.

Seperti yang dijelaskan di atas sampah dibagi menjadi dua yaitu; sampah anorganik dan organik, sampah-sampah ini berserakan tidak lain dan tidak bukan penyebabnya adalah minimnya  kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungam.

Menurut Ginafir seorang pakar dalam aplikasi BRAINLY faktor penyebab minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga  kebersihan lingkungan. Pertama, faktor individualisme, di mana sifat egoisme yang ada dalam diri setiap diri individu yang saling mengandalkan orang lain, mereka kurang sadar bahwa kebersihan lingkungan itu tanggung jawab bersama. Kedua, faktor kurangnya pendidikan, di mana masyarakat yang tidak menempuh pendidikan  akan kurang pengetahuannya tentang manfaat menjaga kebersihan lingkungan. Ketiga, faktor tidak adanya peraturan, kurangnya peratuaran yang ketat dari pemerintah untuk menjaga kebersihan lingkungan juga adalah faktor yang paling mempengaruhi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkunagan. Ketika pemerintah mengeluarkan peraturan seperti membayar denda ketika ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Seperti yang kita ketahui masalah sampah ini merupakan masalah yang sangat serius, di mana setiap hari, volume sampah semakin meningkat, ditambah lagi minimnya mobil pengangkut sampah pemerintah yang beroperasi di pelosok desa. Sampah memang masalah yang sangat serius, akan tetapi tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi, begitupun dengan masalah sampah. Sampah-sampah tersebut bisa dikelola dengan cara; pertama, pisahkan sampah sesuai dengan jenisnya, siapkan dua tempat sampah yang berbeda untuk sampah organik dan sampah anorganik, dengan memisahkan dua jenis sampah tersebut akan mudah untuk mengelola sampah. Kedua, mengelola sampah organik dengan cara membuatnya menjadi  pupuk kompos yang dapat berguna untuk pertanian/berkebun. Ketiga, mengelola sampah anorganik dengan cara mendaur ulang limbah anorganik, misalnya mendaur ulang kaleng, botol umtuk digunakan sebagai kerajinan.

Dompu NTB sampah

Related Post

Leave a reply