KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI RENDAH, MAHASISWA KKN/PPM – STKIP YAPIS DOMPU BERI TREATMENT

311 views

Pusakapublik – Dompu. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program wajib untuk mahasiswa sebagai salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa KKN/PPM – STKIP Yapis Dompu yang di tempatkan di desa Daha kecamatan Hu’u kabupaten Dompu  melakukan kegiatan pelatihan Literasi dan Numerasi bagi siswa dan anak putus sekolah.

Foto: Taufik (Tim PKM Tahun 2019 ) 02/09/2019

Ketika ditanya oleh wartawan pusakapublik.com, tentang kenapa penting melakukan kegiatan ini, sontak ketua tim mengatakan bahwa Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bidang pendidikan diperoleh beberapa informasi yaitu, tingkat ketuntasan pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) yang terdapat pada kecamatan Hu’u terkait dengan kemampuan Literasi dan Numerasi pada tahun ajaran 2016/2017 masih sangat rendah yaitu 65% siswa dari 8 sekolah dasar yang terdapat pada Desa Daha Kecamatan Hu’u masih belum memenuhi angka kriteria ketuntasan minimum (KKM). Data lain terkait dengan pendidikan yaitu kecamatan Hu’u berada pada urutan ke 5 dengan tingkat putus sekolah tertinggi di Kab. Dompu.

Imansyah, yang merupakan koodinator Kelompok KKN/PPM, mengatakan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk mendorong minat baca, tulis dan hitung anak desa Daha,. Mengingat bahwa angka melek literasi dan numerasi terutama bagi anak putus sekolah di desa Daha sangatlah rendah. Lebih lanjut Dian Mardani, salah satu anggota kelompok KKN/PPM mengatakan bahwa anak-anak harus dilatih untuk menyukai membaca. Hal ini karena dengan membaca maka pintu ilmu, pengalaman, dan segala hal yang berkembang di seluruh dunia ini akan diketahui oleh anak-anak. Sehingga membaca menjadi suatu kewajiban.

Foto: Taufik (Tim PKM ) 02/09/2019

Foto: Taufik (Tim PKM ) 02/09/2019

Kami berharap dengan Kegitan literasi dan numerasi ini mampu meningkatkan angka melek literasi di Desa daha kecamatan hu’u kabupaten dompu srta mampu meningkatkan sumber daya manusia kedepanya, “ujar keduanya”.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para siswa dan guru yang hadir dalam acara tersebut. Berdasarkan pengamatan pusakapublik.com, terlihat antusiasme para siswa /anak saat mengikuti kegiatan membaca dan berhitung. Mereka diminta untuk berhitung dan membaca tulisan yang tertera di papan putih.

Mereka tidak terlihat tegang. Anak-anak ini justru senang dan tertawa bersama teman-teman lainnya, ketika menjawab beberapa pertanyaan dari tutor, berbagai cara yang dilakukan oleh para tutor dalam proses belajar mengajar diantaranya melalui permainan kartu bergambar, tebak angka, bercerita, menulis dan menghitung, kegiatan ini tidak terbatas pada ruangan tetapi juga diluar ruangan, tutur salah satu tutor Abdillah.

Foto: Taufik (Tim PKM ) 02/09/2019

“Literasi bukan hanya membaca huruf per huruf atau kata perkata saja. Tetapi bisa berkembang lebih luas dan dapat membuka cakrawala berpikir para siswa agar bisa lebih kreatif. Literasi sudah diperkenalkan pada jaman Rasulullah SAW, terkait dengan wahyu pertama oleh Malaikat Jibril dengan menyebut Iqro,” papar Imansyah (ketua tim pelaksana kegiatan Literasi Numerasi anak) di hadapan anak-anak yang dilatih, Sabtu (11/8).

(PP009).

Hibah Kemenristekdikti KKN/PPM LLDIKTI STKIP Yapis Dompu

Related Post

Leave a reply