Heldy, Doktor Termuda dari Bima Mengajak Anak Muda Meraih Pendidikan Setinggi-Tingginya

113 views
Foto: Doktor Heldy saat mengisi acara Workshop Beasiswa dan Motivasi di Semarang

Pendidikan seolah menjadi kiblat kehidupan dan menjadi instrumen yang ampuh untuk mencari rezeki, pendidikan tidak saja bicara tentang gelar tetapi lebih dari itu, yaitu ilmu pengetahuanlah yang berperan aktif.

Bicara pendidikan tidak ada habisnya, dia terus mengalir bagai bak air yang bocor lalu mengalir ke sel-sel manusia. Dengan pendidikan pula kita bisa mengembangkan IPTEK dan terus menyebarkan energi-energi kebaikan pada orang lain. Pendidikan menjadi raja pada kehidupan manusia, dia yang akan mengawal kehidupan dan menjadi hakim bagi diri manusia itu sendiri. Jika hal baik yang kita lakukan, maka stempel pendidikan akan dialamatkan kepada kita, dan sebaliknya jika hal buruk yang kita lakukan, maka akan menjadi malapetaka bagi diri kita dan stempel keburukan akan membanjiri serta menghakimi kita dengan kata-kata yang tidak sedap.

Maka mau tidak mau, pendidikan harusnya menjadikan kita pribadi yang baik sehingga membawa kebaikan pula untuk kebermanfaatan orang banyak. Jika demikian, maka pendidikan akan menjadi penting untuk diraih dan disebarkan ke generasi-generasi selanjutnya.

Beberapa hari yang lalu para anak muda Bima-Dompu yang kuliah di Semarang mengadakan Workshop Beasiswa dan Motivasi. Salah satu pembicara dalam seminar tersebut adalah Dr. Heldy Ramadhan Putra Pembangunan, M.Pd. yang juga peraih Beasiswa Unggulan (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dengan jalur Prestasi, ia menyampaikan kepada para peserta bahwa, “pentingnya pendidikan bagi seseorang sehingga mampu berkontribusi untuk bangsa dan negara, karena dengan pendidikanlah negara ini maju. Lihat Jepang ketika di Bom bardir oleh Amerika yang meluluhlantakan negara tersebut, hanya satu pertanyaan yang dilontarkan oleh pemerintahnya waktu itu, Berapakah jumlah guru yang masih hidup? Karena dengan guru inilah pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara akan kembali kuat, bersama gurulah Jepang bisa membangun dan menghidupkan ruh-ruh pendidikan, sehingga Jepang  bisa menjadi salah satu negara maju dan menandingi Amerika dalam hal teknologi”.

Jika kita lihat apa yang disampaikan oleh saudara Dr. Heldy tersebut, bisa kita petik bahwa begitu besar harapannya kepada generasi muda untuk terus menyiarkan bahwa pendidikan itu sangat penting untuk kehidupan lebih-lebih demi memajukan bangsa dan negara.

Heldy Ramadhan Putra Pembangunan adalah sosok karismatik yang selalu memberi energi positif kepada generasi-generasi muda Indonesia, jika Ia sedang diskusi-diskusi ringan dengan mahasiswa-mahasiswa Bima, tidak lupa ia selipkan semangat-semangat pendidikan untuk mereka, selalu menyuruh mahasiswa-mahasiswa untuk mendaftar beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh pemerintah baik Beasiswa Unggulan seperti yang diraihnya yang di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun beasiswa-beasiswa lainnya.

Jika kita melihat sosok Dr. Heldy lebih dekat, maka kita akan terpana dengan prestasinya, ia menyelesaikan Doktornya dua tahun enam bulan dari jangka waktu empat tahun. Salah satu mahasiswa S3 tercepat dan termuda pada waktu itu (2018) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia menyelesaikan studi S3-nya genap di usia 26 tahun, usia yang sangat muda, dan ada beberapa karya-karya beliau yang sudah di terbitkan baik buku maupun jurnal internasional. Di usianya yang sangat relatif muda itu juga, ia sekarang diterima sekaligus ditetapkan sebagai CPNS Dosen Pascasarjana IAIN Surakarta. Kini Bima memiliki generasi yang bergelar Doktor termuda yang akan selalu memberi energi-energi baru untuk pemuda-pemuda Bima kedepannya. Harapan Dr. Heldy kepada seluruh mahasiswa dan pemuda Bima di manapun berada agar selalu optimis untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya S1, S2, dan S3. Jangan ada kata putus asa dalam perjuangan karena lelah itu biasa tapi sukses itu pasti bagi jiwa-jiwa yang optimis. Tidak lupa beliau mengingatkan bahwa, Pendidikan jangan hanya dijadikan alat untuk meningkatkan kualitas diri dan alat untuk mencari pekerjaan semata, tetapi dengan pendidikan insan manusia harus mampu mengubah peradaban. (Andri Ardiansyah).

Beasiswa Doktor Muda Dompu Heldy NTB

Related Post

Leave a reply