MENGENAL ALAT MUSIK TRADISIONAL BIMA – DOMPU “SILU”

1244 views

Penulis: Nur Rahmi, Faikatunnisa, St. Raodah, dan Marta

Mahasiswa Program Studi PGSD.

Foto: Pak Aziz sedang memainkan Silu

Silu merupakan salah satu alat musik tradisonal Bima, sejarah alat musik Silu ini sampai sekarang belum diketahui secara pasti kapan alat musik silu ini diciptakan dan siapa penemu atau pencipta  alat musik ini. Akan tetapi alat musik ini sudah dipastikan ada pada zaman kesultanan Bima dan Dompu, yang digunakan untuk menyambut kedatangan tuan kita Karaeng Balasari (Ujung Pandang) yang datang ke bumi Bima menggunakan perahunya. Sekarang ini, alat musik ini tidak pernah terpisahkan dengan alat musik lainnya seperti gendang yang dipukul biasanya kedua alat ini akan sering dijumpai masyarakat Bima dan Dompu ketika ada kegiatan suna ro ndoso (upacara adat khitan khas Bima Dompu).

Alat musik ini termasuk salah satu jenis alat musik aerofon tipe hobo. Yang dimana cara meniupnya dilakukan secara vertikal, yang dimana posisi peniupan suling lurus kedepan. Perbedaaan alat musik silu ini dengan alat musik tradisonal yang lain terletak pada bahan pembutannya.

Dikarenakan sekarang ini alat musik tersebut sering dimainkan bersama gendang pada saat suna ro ndoso (upacara adat khitan khas Bima Dompu) biasanya masyarakat memaknai kedua alat ini untuk memanggil arwah leluhur agar membantu proses pelaksanaan suna ro ndoso. Dalam permainannya, alat musik silu mainkan oleh 1 pemain dan dalam peniupannya alat musik ini yang diiringi dengan 2 orang pemain gendang yang tidak terpisahkan satu sama lain.

Bapak Abdul Aziz, 52 Tahun (Dusun Raba Desa Kareke, Dompu) adalah salah seorang yang masih memainkan alat ini pada acara-acara tertentu, alat musik silu ini meripakan warisan dari orang tuanya sebelum meninggal, Kurang lebih sudah 20 tahun bapak Abdul Aziz memiliki dan memainkan alat musik ini. Menurut narasumber yang dapat dipercaya (Abdul Aziz), bahwa beliau pernah membawa atau mengenalkan alat musik silu ini di Taman Mini Indonesia, hanya saja dokumentasi aslinya sudah hilang.

Alat musik tradisional ini sudah jarang ditemukan, hanya para tetua (orang tua terdahulu yang masih hidup) yang mengetahui dan memainkan alat musik ini, permainan dan alat silu ini biasanya diwariskan secara turun temurun. Dikarenakan alat musik silu ini semakin lama semakin langkah di temukan di Bima dan Dompu maka diperlukan pengenalan dan upaya serius oleh pemerintah dengan melakukan festival dan memasukkan dalam ekstra kulikuler ataupun pembelajaran muatan lokal. Kemudian ditindaklanjuti dengan mengundang para seniman musik tradisional untuk mengenalkan dan melestarikan kembali budaya permainan ini.

Related Post

Leave a reply