Pendekatan-pendekatan dalam Kajian Wacana

490 views

Penulis: Arif Bulan, M.Pd.

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Yapis Dompu

Analisis wacana merupakan salah satu bidang ilmu dalam studi bahasa. Setiap orang yang mempelajari studi bahasa sebagai suatu disiplin pastilah akan bersentuhan dengan bidang ilmu wacana. Jorgensen dan Phillips dalam bukunya berjudul discourse analysis mengungkapkan bahwa wacana itu adalah bahasa yang disusun berdasarkan pola pengguna bahasa yang terlibat dalam interaksi sosial yang berbeda-beda.

Tulisan ini sebenarnya sebuah kajian yang bersifat semi-opini, karena penulisannya mengacu pada buku yang ditulis oleh Jorgensen dan Phillips di atas. Harapannya, tulisan ini dapat memberi tambahan hasanah keilmuan bagi para pegiat dan pemerhati wacana.

Perdebatan mengenai teori postrukturalis dengan marxisme dan psikoanalisis belum berujung, hingga saat ini belum ada konsensus antara mereka. Walaupun banyak pendekatan analisis wacana, namun sampai sekarang kita bersandar pada teori bahasa poststukturalis.

Misalnya, pertama, pendekatan wacana yang dikemukakan oleh Laclau dan Mouffe, mereka adalah aliran poststruturalis. Menurut Jorgensen dan Phillips mereka berdua adalah pemegang aliran poststrukturalis murni. Mereka menganggap bahwa wacana itu mengonstruk makna dalam dunia sosial karena memang bahasa tidak stabil, makna tidak bisa permanen. Keyakinan mereka bahwa wacana bukan entitas yang tertutup, namun terbuka dengan berbagai lingkungan sosial dan mengalami perubahan karena adanya kontak dengan wacana lain.

Teori yang mereka kembangkan ini kemudian bertransformasi menjadi perjuangan kewacanaan (discursive struggle). Wacana-wacana yang berlainan masing-masing merepresentasikan metode-metode tertentu dalam memahami dunia sosial, berjuang terus menerus satu sama lain dalam mencapai puncak yaitu hegemoni. Hegemoni diartikan secara sederhana sebagai penetapan makna dengan caranya sendiri.

Pendekatan kedua yaitu pendekatan analisis wacana kritis. Ahli yang berjuang pada garis analisis wacana kritis ini adalah Norman Fairclough. Sebenarnya antara Laclau dan Mouffe memiliki perbedaan pandangan dalam hal wacana dalam mengkonstruk dunia sosial. Fairclough menganggap bahwa wacana hanya salah satu saja dari beberpa aspek praktik soosial. Berdasarkan perbedaan pandangan tersebut banyak ahli mengatakan bahwa teori analisis wacana kritis Fairclough kurang dianggap sebagai postsrukturalis. Akhirnya, Fairclough fokus pada konsep baru yang Ia bangun, konsep ini dinamakan “analisis antartekstualitas”. Konsep ini mengarai unsur pembentuk wacana bergantung pada wacana teks lain. Ia menganalisis keterkaitan antar teks dengan menggabung berbagai unsur pembentuk wacana. Sehingga analisis antartekstualitas tugasnya menyelidiki reproduksi wacana yang tidak memperkenalkan unsur-unsur baru dan perubahan kewacanaan melalui gabungan-gabungan baru wacana.

discourse analisys Dompu kajian wacana NTB STKIP Yapis Dompu

Related Post

Leave a reply