SENI MUSIK TRADISIONAL LOKAL HADROH (REBANA)

182 views

Oleh: Endang Kurniawati, Nurul Aprial Fitrah, Sri Sarlina

Mahasiswa STKIP YAPIS DOMPU

Musik Hadroh (Rebana) merupakan sebuah musik yang telah berkembang pesat sejak abad ke-16 pada masa keemasan kesultan Bima. Hadroh (Rebana) merupakan jenis permainan yang telah mendapat pengaruh ajaran islam pada saat hijrahnya rasulullah kemekah sampai madinah disambut meriah oleh musik Hadroh (Rebana) yang disambut oleh pemudah kaum anhsor memakai alat musik Hadroh (Rebana). Misalnya pada saat acara pernikahan, antar mahar dan acara sunatan masyarakat bima dompu memakai alat music “GENDA RA NO”

Menurut M. Hasan A. Wahib (63 Tahun) sebagai lembaga adat sekaligus pemain yang masih aktif dalam mejaga kelestraian musik Hadroh (Rebana) di Desa Karamabura mengatakan bahwa Perbedaan Musik Hadroh (Rebana) dengan musik yang lain yaitu pada musik Hadroh (Rebana) memiliki tarian dan lirik lagu beraturan. Musik Hadroh (Rebana) merupakan musik alkuturasi dari perdagang Sulawesi dan Jawa yang datang berdagang ke Bima dan sekaligus sebagai proses islamisasi di Bima-Dompu dan pemain dalam penggiring musik Hadroh (Rebana) minimal sebanyak 9/15orang Sekarang ini musik tradisional Hadroh (Rebana) mengalami kemunduran dalam popularitasnya dimata masyarakat. Pada masa ini musik Hadroh (Rebana) tidak terlihat lagi kesemarakannya pada lapisan masyarakat. Kemerosotan atau kemunduran musik Hadroh (Rebana) sudah dikatakan hampir punah. Hal ini terjadi karena kurangnya inisiatif dari pemuda dan masyarakat dalam melestarikan budaya daerah dan besarnya harapannya kepada pihak pemerintah untuk ikut andil dalam melestarikan budaya yang dimaksud, seperti pengenalan musik Hadroh (Rebana) pada festival atau pementasan daerah sebagai langkah awal dalam mengenalkan kembali musik Hadroh (Rebana) pada masyarakat umum

Dompu MUSIK TRADISIONAL NTB

Related Post

Leave a reply