MENGENAL BUDAYA DOMPU: COMPO SAMPARI

431 views

Oleh: Febi Lianasari

Mahasiswi STKIP Yapis Dompu

Compo Sampari atau dalam bahasa Indonesianya penyematan keris merupakan salah satu Budaya masyarakat suku Mbojo di Kabupaten BimaKota Bima, dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kegiatan tersebut diperuntukkan bagi anak laki-laki yang akan dikhitan. Apabila anak laki-laki suku Mbojo sudah dikhitan maka tidak lama lagi akan memasuki usia remaja dan akan diberlakukan aturan atau norma yang berlaku di masyarakat sesuai syariat Islam. Oleh masyarakat suku Mbojo, compo sampari merupakan kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun sebagai simbol untuk mengajarkan nilai-nilai ksatria pada anak bahwa laki-laki harus kuat.

Memakai keris bagi kaum laki-laki suku Mbojo pada saat menjelang khitan atau sunat yakni dalam rangka menanamkan prilaku yang mencerminkan keperkasaan, keuletan dan keberanian. Keris merupakan lambang harga diri bagi masyarakat Bima dan Dompu yang digunakan dalam aktivitas keseharian secara positif untuk menunjang segala pekerjaan. Prosesi Compo Sampari dilakukan oleh tokoh adat, pejabat pemerintahan, dan atau orang tua agar dapat diteladani kelak menjadi seorang  kstaria yang harus berani menantang segala cobaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam kehidupan bermasyarakat. 

Melakukan ritual Compo Sampari diawali dengan dzikir dan doa kemudian keris diarahkan mengelilingi tubuh anak yang dikhitan sebanyak tiga kali, atau tujuh kali, sambil bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, lalu keris disematkan pada pinggang bagian kiri anak. Proses penyematan keris dilakukan dengan cara berdiri dan saling berhadapan antara anak yang dikhitan dengan orang yang akan menyematkan keris.  Usai menyematkan keris ditutup dengan shalawat Nabi dan “Maka“. Maka (bahasa Bima/Dompu)  yakni gerakan hentakan kaki ke bumi sambil mengacungkan keris

Compo sampari merupakan Tradisi Dompu yang biasa dilakukan oleh orang_orang setiap acara sunatan, bagi anak laki_laki wajib melakukan compo sampari Sebelum disunat biasanya acara compo samparidilakukan di malam hari, Anak-anak yang di sunat duduk berhadapan  dengan kakek. Kemudian berdiri semua, setelah itu mengikuti apa yang dibicarakan kakeknya sembari memegang  sempari.

Setelah sempari dipasang di samping pinggang, kemudian kakek menyuapi Anak laki_laki yang sudah dipasang sempari tersebut, dengan nasi dan ayam yang telah disediakan ,selanjutnya sajian yang telah disiapkan  di bawah pulang oleh orang yang sudah memasang sampari tersebut.

Adanya tradisi  compo sampari ini karna turun temurun  dari kakek nenek monyang kita dulu dan sampai sekarang compo sempari ini masih dilakukan oleh  masyarakat  DOMPU  khususnya  dikecematan kempo,  kabupaten Dompu ,Nusa tenggara  barat (NTB).

Budaya compo sampari Dompu NTB

Related Post

Leave a reply