MENGENAL TARI BUJA KADANDA SEBAGAI TARI TRADISIONAL BIMA-DOMPU

716 views

Oleh: Endang Tri Kusmiati, Siti Aisyah, Inn Suci handayani, dan Denisa Awanti

Mahasiswa STKIP Yapis Dompu

 

Tari Buja Kadanda merupakan tari yang tumbuh dan berkembang di luar istana kerajaan Bima sehingga dapat diartikan bahwa  tari Buja Kadanda ini murni diciptakan atau hasil karya masyarakat Desa Maria Kecematan Wawo Kabupaten Bima. Tari Buja Kadanda dan Tari Mpa’a manca ini sudah ada sekitar 700 tahun lalu di masyarakat Desa Maria Kec.Wawo. Penciptanya juga sudah tidak diketahui, ungkap Muhtar M. Ali. Namun sudah jelas dan pasti sebagai pencipta pertama tentu oleh nenek moyang orang Maria entah nenek moyang keberapa sekarang, kisahnya.

            Tari Buja Kadanda biasanya dilakukan untuk menyambut tamu-tamu daerah atau tamu kerajaan, tari ini dimainkan atau dilaksanakan pada hari-hari besar kerajaan Bima seperti untuk menyambut tamu kerajaan yang datang dari luar daerah dan tari ini dimainkan pada acara-acara tertentu saja. Pada kalangan masyarakat tari ini biasanya dimainkan oleh dua orang pemuda dalam tariannya menggunakan tombak lengkap dengan tameng serta diiringi musik dari gendang dan silu.

            Tari ini memiliki sisi perbedaan dengan daerah lain baik itu dari segi tarian, musik, serta alat permainan yang digunakan dan maknanya berbeda pula. Makna dari tari Buja Kadanda yaitu untuk menyambut tamu-tamu daerah maupun untuk menyambut raja-raja serta melindungi tamu kerajaan. Buja Kadanda sendiri merupakan sebuah tombak berumbai bulu ekor kuda yang di gunakan para penari sebagai atribut dalam menari. Oleh karena itu tarian ini juga di sebut dengan tari Buja Kadanda atau juga mpa’a Buja Kadanda.

            Berdasarkan realitas yang dilihat, seni musik tradisional ini mulai punah dan jarang ditemukan dikalangan masyarakat hal ini dapat dilihat dari beberapa daerah yang ada di Dompu, hanya ada beberapa sanggar yang berdiri dan melestarikan tarian tradisional ini. Alasanya karena pengaruh dari permainan modern yang masuk serta kurangnya sanggar atau tempat pelatihan yang dapat melatih maupun memperkenalkan tarian tradisional ini kepada masyarakat.

            Makna dari tari Buja Kadanda adalah tarian yang menggambarkan dua prajurit yang sedang berperang. Tarian Buja Kadanda ini diciptakan oleh rakyat dalam mempertahankan daerah meraka, selain itu juga tarian ini berfungsi untuk memperkenalkan kepada para generasi muda akan kejayaan dan kehebatan dari masyarakat Bima pada zaman dahulu.             Menurut Bapak Muhtar M. Ali, 67 Tahun, (Penggelut Tari Buja Kadanda) dalam tari Buja Kadanda dilakukan atau dimainkan oleh dua orang lelaki yang kekar dan sehat. Tari tradisional Buja Kadanda merupakan hasil karya masyarakat  desa maria kec.Wawo kabupaten bima. Selain itu terdapat di daerah lain yaitu tari Buja Kadanda ini sudah di kenalkan ke daerah lain dengan menampilkan permainan tersebut dalam sebuah acara di beberapa daerah bahkan sudah di perkenalkan di luar daerah. Adapun langkah yang digunakan dalam mengenalkan permainan tradisional ini ke kanca nasional yaitu dengan mengikuti setiap lomba-lomba yang di adakan oleh tiap-tiap kota.


BUJA KADANDA DIMA Dompu NTB Tradisi

Related Post

Leave a reply