Mengenal Tradisi Pra Nikah Masyarakat Bima Dompu

567 views
Foto: Penempelan daun Inai

Oleh: Entin Susanti

Mahasiswa STKIP Yapis Dompu

Peta kapanca adalah salah satu bagian dari prosesi perkawinan adat Bima-Dompu. Biasanya, upacara ini dilaksanakan sehari sebelum dilaksanakan akad nikah dan resepsi perkawinan. Peta kapanca adalah melumatkan daun pacar (inai) pada kuku calon pengantin wanita yang dilakjukan secara bergantian oleh ibu-ibu dan tamu undangan yang semuanya adalah kaum wanita.

Pada jaman dahulu, setelah pengantin wanita tiba di uma ruka ( Rumah Mahligai atau peraduan ) upacara ini dilaksanakan. Tujuh orang ibu secara bergiliran meletakan lumatan daun inai pada telapak kaki dan tangannya. Lalu maunculnya warna merah sebagai tanda bahwa dia menjadi milik orang.

Apakah makna dari upacara ini ? kapanca merupakan peringatan bagi calon pengantin wanita bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi akan melakukan tugas dan fungsi sebagai ibu rumah tangga atau istri. Di samping itu, kapanca di maksudkan untuk memberi contoh kepada para gadis lainnya agar mengikuti jejak calon penganten wanita yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ratu yang akan mengakhiri masa lajangnya sehingga mereka dapat mengambil hikmah.

Upacara ini telah lama menjadi dambaan ibu-ibu dalam masyarakat Bima-Dompu. Karena mereka juga mengharapkan putri-putrinya segera melewati upacara yang sama dalam menandai hari bahagia mereka.

Dalam upacara ini juga disugukan dzikir (dziki kapanca) yang dilantunkan oleh ibu-ibu yang hadir. Hal ini terkandung maksud sebagai sebuah pengharapan kiranya kelak calon pengantin ini dapat mengayu bahtera cinta menuju pantai bahagia. dziki kapanca bernuansa islam yang liriknya mengandung pujian kepada Allah SWT dan Rasul. Usai acara kapanca biasanya diisi oleh hiburan rakyat seperti gantau dan rawa mbojo yang di gelar semalam suntuk. Menurut Tetua di Dompu, upacara peta kapanca bukanlah sebuah kewajiban yang wajib dilaksakan oleh calon pengantin, apabila mampu silahkan dilaksanakan apabila tidak mampu di akad secara islam saja, karena peta kapanca merupakan adat atau kebiasaan yang dilakukan oleh warga Bima – Dompu, bukan berasal dari kewajiban islam, atau anjuran dalam Al-quran.

Dompu NTB pranikah Tradisi

Related Post

Leave a reply