Diduga Di Seleweng, DPD LP2KP sorot Dana Desa Prode SP III

301 views

PUSAKA PUBLIK.COM. Sumbawa-, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (DPD LP2KP) Kabupaten Sumbawa soroti Pelaksanaan Pembangunan yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2020 di Desa Prode SP III Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.

DPD LP2KP melakukan investigasi lapangan pada Jum’at (06/11/2020), bahwa beberapa titik yang diduga diselewengkan oleh oknum pemdes setempat. Hal ini diakui oleh Muhammad sidik, selaku ketua DPD LP2KP Sumbawa.

“Hasil investigasi yang kami di lapangan, kami mendapatkan beberapa kejanggalan di beberapa titik pembangunan seperti :

  1. Peningkatan jalan lingkungan Dusun Lenang Belo dengan Pagu Anggaran Rp.115.133.400 Volume 390 Meter.
  2. Peningkatan Jalan Lingkungan Dusun Muhajirin I RT. 01/06 dan Muhajirin II RT. 01/05 dengan Pagu Anggaran Rp.128.126.200 Volume 870 Meter.
  3. Pembangunan Jalan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Dusun Kenangi RT. 03/03 dengan Pagu Anggaran Rp.55.820.200 dengan Volume 100 Meter.” Paparnya mengenai beberapa kasus dugaan penyelewengan DD tersebut.

“Semua terlalu besar dan tidak relevan, yang diduga terjadi Penyimpangan Mark Up Anggaran.” Ungkapnya cetus.

Lebih lanjut, ia memaparkan terkait kejanggalan tersebut, “Pembangunan Deker II Unit di Dusun Kenangi tidak ada Papan Informasi, yang setiap program harus dipasang papan informasi agar seluruh masyarakat bisa mengetahui berapa Anggaran yang digunakan dan estimasi waktu yang diperlukan. Inikan tidak ada, disini juga muncul pertanyaan besar dari kita. Ada apa sebenarnya ???.

“Kemudian Pembangunan Deker II Unit di Dusun Lenang Belo Yang belum Selsai menimbulkan keresahan warga karena timbunan menghalangi jalan dan tanda tanya besar masyarakat hanya Penggalian Aja di mulai sejak Agustus sampai sekarang tidak memasang Papan Informasi.” Urainya secara detail.

Setelah dilakukan investigasi, pihaknya sangat menyayangkan adanya Dana Desa yang salahgunakan seperti di Desa Prode SP III ini.

“Dengan adanya mekanisme yang mempermudah semua pelaksanaan program baik di desa maupun di pemerintahan yang lebih tinggi, kok masih ada saja oknum yang bermain dan menjadikan lahan basah terhadap Dana Desa. Sehingga kesannya dari kasus ini, pekerjaan yang dilakukan asal jadi saja” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa, saat ini Tim DPD LP2KP dari Divisi Intelijen dan Investigasi sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya dan Akan Bersurat Secara Resmi ke beberapa lembaga terkait. (VIDHY)

Related Post

Leave a reply