Usai Pernyataan Kontroversi Presiden Emmanuel Macron, Jumlah Mualaf Semakin Meningkat Di Perancis

51 views
Masjid Sahaba Tempatnya Para Mualaf mengucapkan syahadat

PusakaPublik.com – Pernyataan Kontroversi Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menghina Islam dan melecehkan Nabi Muhammad memang banyak dikecam berbagai pihak di dunia.

Ditengah Pandemi Covid 19 Diikuti Pula banyak aksi penolakan dan kecaman atas pernyataan Presiden Macron, ternyata ada Hikmah Yang Kita Dapatkan Dikemudian Harinya.

Dilansir dari hajinews.id Jumlah mualaf di Prancis terus mengalami peningkatan. Beberapa laporan menyebutkan jumlah mualaf di Prancis naik dua kali lipat setelah adanya aksi penghinaan yang dilakukan Marcon.

Dikutip dari laman About Islam, Minggu, 8 November 2020, Bangunan masjid Sahaba di jantung pinggiran kota kelas menengah Creteil di Paris, dikenal sebagai masjid para mualaf Disana Pula Para mualaf disyadatkan Para pemuka Agama. Perlu Diketahui Sekitar 150 acara pengucapan syahadat dilakukan setiap tahun di masjid Sahaba.

Menurut video Muslim Converts Stories, jumlah orang Prancis yang masuk Islam setiap tahun meningkat secara signifikan. Laporan lain oleh harian La Croix pada 25 Agustus, mengutip survei yang dilakukan oleh Pierre Schmidt tentang mualaf di Prancis, menyatakan selalu ada warga yang memeluk Islam. “mungkin ada sekitar 10 mualaf setiap hari,” ujarnya.

Itu berarti ada sekitar 3.600 orang mualaf setiap tahun. Banyak ahli mencatat pengaruh para mualaf, terutama dari pemain sepak bola.

Sebut Saja Adalah Nicolas Anelka, yang bermain untuk tim nasional Prancis dan orang tuanya berasal dari Martinik, mengubah namanya menjadi Abdul-Salam Bilal Anelka ketika dia masuk Islam pada 2004.

Ditambah Lagi Pernyataan Dari Lembaga riset asal Amerika Serikat (AS) Pew Research Center (PRC) memprediksi, Islam akan menjadi agama terbesar di dunia pada 2075.

Hal ini terjadi seiring dengan terus bertambahnya pemeluk muslim dan juga peningkatan kelahiran di keluarga Muslim. ( Ardin ).

Related Post

Leave a reply