Ardin MYP : Kelangkaan Agen Demokratisasi

79 views

PusakaPublik.com ( Dompu ) – Dalam Menghadapi Pemilihan Umum Calon Bupati Dan Wakil Bupati Dompu 2020 Ada Beberapa Hal Perlu kita cermati Selama ini, Saya merasa kita justru mengalami gejala kelangkaan agen baik dalam bentuk ketersediaan, maupun isi, kualitas para agen.

Tidak Lain Dan tidak bukan Yaitu Defisit agen Demokrasi, Sebut Saja salah fungsi dan nihil fungsi dari para agen yang ada di tengah-tengah masyarakat. Gejala ini melanda aneka agen-agen demokrasi saat ini baik politisi, pejabat publik, agen sosial dan kebudayaan, intelektual, seniman, aktivis bahkan para agamawan.

Sebut saja para politisi yang cenderung gagal membangun kualitas pemilih (voters) tapi justru memelihara pendukung yang membabi-buta (supporters).

Para pejabat publik yang semestinya memfasilitasi pelayanan kepentingan publik, namun justru menjadikan publik sekedar instrumen dari kepentingan dan otoritas mereka. Para intelektual yang membentuk opini publik sekaligus pembentuk dan penjaga nalar mayarakat, justru cenderung menjadi alat pembenar kebijakan kekuasaan yang seringkali kurang berpihak pada kepentingan warga.

budayawan, seniman dan aktivis yang memainkan peran penting menjaga adab dan ingatan sekaligus membangun individu dan warga yang berkarakter malah terjebak pada egoisme sempit dan dimanjakan para pemuja dan penggemar mereka.

Para agamawan juga tidak terlepas dari jebakan ini, tugas profetis untuk membangun kesadaran jemaah untuk beragama secara tidak membabi buta cenderung gagal diwujudkan dan sekedar membangun penganut, pengikut dan massa yang memonopoli rezim kebenaran sendiri dan menegasikan yang lain.

Gejala defisit agen demokratisasi itu semakin parah dan terpampang jelas dalam situasi genting pandemi COVID-19 yang melanda dunia, bangsa bahkan daerah kita saat ini. Pertaruhan bangsa dalam menghadapi badai pandemi ini sesungguhnya tidak terletak sekedar identifikasi dan jenis virusnya, tetapi bagaimana kualitas dan cara kita menghadapinya.

Pada titik inilah kualitas kewargaan masyarakat menjadi relevan untuk dibicarakan justru ketika kita tidak bisa berharap banyak pada peran para tokoh dan pemimpin itu atau ketika terjadi defisit dan kelangkaan para agen demokratisasi itu hampir di sebagian besar sektor kehidupan kita. Membangun kualitas warga negara adalah ajakan untuk menjadikan setiap warga serta komunitas dan lokalitas yang terbangun di sekitar mereka sebagai modal sosial penting bagi demokratisasi.

Warga negara adalah sebuah identitas politik yang setidaknya ditandai oleh lima kualitas.

Pertama, paham dan bisa menjaga hak-hak sendiri. Kedua, tahu dan bisa menjaga hak-hak orang lain. Ketiga, proaktif dalam penegakan hak-hak sendiri. Keempat, bertumpu pada diri sendiri atau mandiri. Kelima, melawan secara beradab apabila terjadi pencederaan terhadap hak-hak sendiri dan orang lain.

Hemat saya, peran ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan khususnya kaum muda penerus sejarah bangsa ini ke depan. ( Ardin ).

Related Post

Leave a reply