Ini yang Lebih Struggle, si Petarung dalam Menghadapi Kelompok Radikal dan Intoleran

147 views

Satu pekan sudah mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menjadi Menteri Agama. Pria kelahiran 1975 ini dilantik Presiden Joko Widodo menggantikan Jenderal (Purn) Fachrul Rozi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020.

Seperti diketahui, Jokowi melantik enam menteri baru. Jokowi menunjuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan.

Dua menteri lainnya adalah Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan dan Gus Yaqut sebagai Menag. Gus Yaqut sudah dua periode menjadi anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa. Menariknya, Lutfi juga diklaim sebagai kader PKB. Dengan demikian, PKB mendapatkan empat kursi menteri di kabinet.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan dijabat Agus Suparmanto, yang juga dari PKB. Dua menteri PKB lainnya adalah Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah serta Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. “Dia dari jalur profesional,” kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid pekan lalu.

Kalau kemarin Gus Yaqut milik dan pemimpin Ansor, sekarang, sejak menjadi Menteri Agama, bukan hanya milik Islam, tapi milik semua agama yang ada di Indonesia. Bisa berlaku adil secara proporsional.”
di kalangan internal partai berlambang bintang sembilan itu bilang, dua minggu sebelum pengumuman menteri, terjadi pembicaraan yang cukup intensif antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengenai reshuffle kabinet.

Istana sudah memberitahukan bahwa mungkin akan terjadi pergantian di kursi Menteri Agama dan Menteri Perdagangan. Jabatan Menteri Agama akan kembali ‘diserahkan’ ke Nahdlatul Ulama. PKB pun diminta menyiapkan nama-nama untuk kedua kementerian tersebut.

Nama yang disodorkan PKB untuk Menteri Agama antara lain Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya selaku Khatib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Selain itu, PKB menyorongkan Gus Yaqut, yang tak lain adik Gus Yahya.

Sampai menjelang pengumuman kabinet, Gus Yahya masih diprediksi menjadi nama yang bakal diterima Istana. Sebab, Gus Yahya adalah sosok yang berjasa dalam membawa moderasi Islam di Indonesia. Namun Jokowi ternyata memanggil Yaqut pada Selasa, 22 Desember 2020.

Pilihan Jokowi itu cukup mengejutkan bagi PKB, tapi juga dirasa keputusan paling tepat untuk situasi dan saat ini, yakni menguatnya kelompok Islam radikal dan intoleran. Gus Yaqut dipandang sebagai sosok yang mampu merangkul para ulama untuk menjelaskan bahaya radikalisme dan intoleransi. Selama ini Gus Yaqut juga menjadi sosok terdepan dalam menyuarakan kedua hal tersebut. “Kita butuh yang lebih struggle, lebih petarung dalam menghadapi kelompok radikal dan intoleran,” ujar Maman.

Gus Yaqut pernah terlibat kontroversi ketika anggota Banser terlibat pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dilarang pemerintah, di Garut, Jawa Barat, November 2028. Ketua Umum Front Pembela Islam Jafar Sodiq dalam audiensi di kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan menuntut agar Gus Yaqut diadili.

Gus Yaqut pun mempersilakan FPI melaporkannya kepada pihak berwajib. Terkait dengan FPI, Gus Yaqut pernah mengatakan tak percaya imam besar FPI Muhammad Rizieq Shihab punya kekuatan untuk melakukan revolusi sepulang ke Indonesia dari Arab Saudi.

Situasi pandemi COVID-19 juga memerlukan peran serta kelompok-kelompok agama untuk dapat mengatasinya. Karena itu, Gus Yakut diyakini bisa mengkoordinasi satuan-satuan kerja di Kementerian Agama untuk membantu menanggulangi ancaman COVID-19 di tempat-tempat ibadah.

Gus Yaqut lahir dan dibesarkan di keluarga pesantren. Gus Yaqut cukup mengerti dan bisa mengurus para kiai dan pondok pesantren yang ada di Indonesia. Juga mengurusi tokoh-tokoh dan umat beragama dari agama-agama yang diakui di Indonesia.

Setelah dilantik Jokowi, Gus Yaqut bertemu dengan pamannya, KH Mustofa Bisri, di Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang, Jumat, 25 Desember 2020. Dalam pertemuan empat mata di ruangan khusus, Gus Mus memberikan banyak wejangan. Hal ini berbeda ketika Gus Mus selalu menemui pejabat lainnya di ruang tamu.

“Tentu yang pertama harus amanah, dihindarkan jauh-jauh dari perilaku tidak baik. Merangkul, ajak semua untuk memiliki perasaan yang sama kepada Indonesia. Tidak penting apa latar belakang kelompoknya, agamanya, ras, dan seterusnya. Semua diajak bersama mencintai Indonesia,” kata Gus Yaqut menirukan pesan sang paman.

Majelis Ulama Indonesia pun berharap Gus Yaqut bisa mengemban tugasnya sebagai Menteri Agama dengan sebaik-baiknya. “Banyak orang yang pantas menjadi Menag. Cuma sayang, kursi untuk Menteri Agama itu cuma satu dan itu hak prerogatif presiden. Ya kita harus hormati dan kita harus beri beliau kesempatan untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” kata Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas, Selasa, 22 Desember 2020. (P-M.Rijal Maslan/Ardin).

Intoleran Kelompok Petarung Radikal Struggle

Related Post

Leave a reply