Dr. Dodo Kurniawan SE, ME, (Pakar Ekonom): Pemerintah Daerah harus Lebih Bijak Meningkatan Ekonomi di Masa Pandemic Covid-19

285 views

PusakaPublik.com (Dompu) – Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia, termasuk Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sejak tahun 2020, hingga kini belum berakhir. Selain memperlambat laju pertumbuhan ekonomi, rencana pembangunan yang sudah dialokasikan melalui APBD, juga tersedot untuk penanganan Virus asal Tiongkok, Cina ini. Refocusing anggaran, menyedot APBD Kabupaten Dompu, hingga puluhan miyar rupiah di tahun 2021 ini, menjadi tantangan berat bagi kabupaten yang baru berganti pemimpin.

Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Dompu, terpaksa tidak bisa dieksekusi dalam tahun ini, akibat minimnya anggaran. Menjadi PR besar bagi Bupati dan Wakil Bupati Dompu, yang mengambil program Jara Pasaka yang berakronim Jagung, Porang, Padi, Sapid an Ikan.

Ekonom STIE Yapis, DR Dodo Kurniawan menyarankan pemerintah harus lebih bijak dan terukur dalam mengelola anggaran yang hanya sedikit. Namun. Dodo bersyukur dua program yang termaktub dalam Jara Pasaka, yakni jagung dan padi, tertolong oleh nainya harga pembelihan nasional.

“Setikdanya jagung sa’at ini tertolong dengan posisi Rp. 4.200 dan padi jika sesuai kualifikasi dengan kadar air 25 persen untuk kering panen setara dengan harga jagung,” katanya, Jum’at (2/4/2021).

Dan jika petani menjualnya dengan kualitas kering giling, lanjut Dodo, Bulog menjamin harga yang fantasitis yakni Rp.5.300 diterima di depan Gudang Bulog. Namun disisi lain, dalam janji kampanyenya, Bupati A Kader Jaelani juga menjanjikan pembukaan 1.000 UMKM. Program peningkatan ekonomi masyarakat ini, akan terasa sulit dan sangat tidak mungkin di eksekusi pada tahun pertama.

Untuk mewujudkan program ini, tidak serta merta dengan gampang diwujudkan. Agar tidak terkesan seperti pemberihan Jaring Pengaman Sosial (JPS), program ini tentunya berkelanjutan. Secara garis bersar, program ini sangat bagus, jika ditata dengan baik. Salah satu cara, lanjut Doktor Lulusan Universitas Brawijaya Malang ini, adalah penyiapan-penyiapan pendunkung.

“BLK adalah jawaban sebagai salah satu syarat agar program ini bisa berkelanjutan. Tidak hanya setelah modal diberikan, habis pula programnya,” tambahnya.

Namun sayangnya, hingga kini pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), hanya sebatas wacana saja. Dalih pemerintah pusat tidak mengabulkan perminatan daerah, juga menjadi alasan klasik. Jika memang memiliki niat, dengan loby-loby yang dilakukan pemimpin daerah dengan melihat kebutuhan yang sangat mendesak, Dodo yakin Pemerintah Pusat bisa mengabulkannya. Apalagi, dengan maraknya bermunculan UMKM-UMKM baru yang sejak pandemi Covid-19 banyak bermunculan. UMKM-UMKM ini, untuk sementara memang bergerak dalam sistem online.

Program ini, menurut Dodo, akan mampu menurunkan angka kemiskinan, tidak hanya pada yang saat ini dalam posisi di bawah garis kemiskinan atau bahkan rentan miskin, namun juga diyakini bisa mengikis kerak kemiskinan. Sebab, angka kemiskinan di kabupaten Dompu, yang tersisa 12,25 persen ini, lebih banyak didominasi angka yang dalam posisi kerak kemiskinan.

Berbicara kemiskinan, Dodo lebih mengklasifikasikan pada klaster usia. Saat ini, Dodo dan timnya sedang melakukan riset untuk meneliti sejauh mana kemiskinan di Kabupaten Dompu ini, pada usia produktif. Jika itu selesai dilakukan, dipastikan mengatasi penurunan angka kemiskinan ini akan semakin mudah dilakukan.

“Sebab kita tahu, jika yang saat ini baik yang rentan miskin dan dalam posisi di bawah garis kemiskinan bahkan kerak kemiskinan, dengan mudah bisa dilakukan penanganannya dengan cara memperhatikan kebutuhannya,” jelasnya.

Jika pada usia produkstif, setelah diberikan modal dan di kawal pengelolaanya, dipastikan akan tertangani. Namun jika pada usia non produkstif, bisa diberikan JPS, sebab usia ini sangat sulit mengambangkan usahanya. (Ardin)

Daerah Dr. Dodo. Kurniawan SE ME Ekonom Pandemi Covid-19

Related Post

Leave a reply