Dr. Dodo, Sempat Gadaikan Tanah Warisan Demi Kuliah

769 views
Dr. Dodo Kurniawan bersama Istri dan Anak-anaknya sesaat setelah dinyatakan Lulus Ujian Akhir Disertasi secara daring.

PUSAKA publik.Com, Dompu. – Semua orang mungkin memiliki impian tapi tidak banyak yang benar-benar mampu mewujudkannya. Ketua STKIP Yapis Dompu Dr. Dodo Kurniawan (34) termasuk diantara yang sedikit itu. Ketekunan dan kerja keras adalah kuncinya.

Warga Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu ini berhasil memperoleh gelar doktor ilmu ekonomi dari Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, setelah dinyatakan lulus dalam ujian promosi doktor yang berani, Senin (7/12). Dr. Dodo dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan oleh tim penguji yang diketuai oleh Prof. Candra Fajri Ananda, Ph.D.

Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Dompu ini berhasil mempertahankan disertasinya berjudul  “Analisis Biaya Transaksi dan Model Kelembagaan Ekonomi Pada Usahatani Jagung di Kabupaten Dompu Provinsi NTB” di hadapan para penguji yakni Prof. Wahyudi (Penguji Eksternal), Prof. Munawar Ismail (Penguji Internal), Setyo Tri Wahyudi, Ph.D., (Penguji Internal) dan Dr. Rachmat Kresna Sakti (Penguji Internal).

Usai ujian, Dr. Dodo mendapat ucapan selamat dan foto bersama dengan para kolega, sahabat atau mahasiswanya di kampus STKIP Yapis Dompu. Ikut hadir menyaksikan proses ujian adalah istri dan anak anaknya.

Dr. Dodo mengaku bersyukur telah melewati proses yang cukup panjang, berliku dan terlebih dahulu di tengah pandemi. “Saya juga bersyukur karena menjadi yang tercepat diangkatan,” katanya haru usai ujian di kampus STKIP Yapis, Senin. Dari 13 orang angkatan 2017 di Program Doktor Ilmu Ekonomi Pascasarjana FEB Unibraw, Dr. Dodo satu-satunya yang mampu menyelesaikan studinya tepat waktu yakni tiga tahun. 

Direktur Institut Indikator Ekonomi NTB ini sebagai tercatat sebagai doktor pertama di lingkungan kampus STIE Yapis maupun STKIP Yapis Dompu. Dia menjelaskan, selain ketekunan dan kerja keras, kedekatan dengan tuhan adalah kunci.

“Kalau kita sendiri maka yakinlah yang kedua itu ada Allah bersama kita. Kalau berdua maka Allah yang ketiga. Begitu seterusnya, ”ujarnya.

Keyakinan yang kuat terhadap pertolongan Allah laporan optimis dalam menghadapi masalah sesulit apapun. Karena itu, kata dia, kedekatan dengan Allah tidak boleh diabaikan.

Keteguhan pada prinsip itu dibuktikan Dr. Dodo dalam sejarah hidupnya. Sebelum mencapai gelar akademik tertinggi seperti sekarang, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Dompu ini menempuh hidup penuh kepahitan.

Setelah tamat SMAN 1 Dompu pada 2006 ia ngotot hendak kuliah di STIE Yapis Dompu tapi tak punya biaya.  Terpaksa  ia menggadaikan sawah warisan orangtuanya. “Uang gadai sawah Rp 2,5 juta itu saya gunakan untuk mendaftar kuliah dan separonya saya belikan motor untuk ngojek,” ceritanya terkekeh.  

Dia pun membagi waktu pagi untuk menarik ojek sedangkan siangnya kuliah. Dia mengaku mencari penumpang sejak pagi buta hingga siang. Setelah itu ia kuliah hingga sore. Tidak hanya itu, Dr. Dodo juga menjadi loper sebuah koran yang terbit di Sumbawa. Semuanya dilakukan untuk memenuhi biaya hidup maupun kebutuhan kuliahnya.

Meski tertatih-tatih Dr. Dodo berhasil menamatkan studinya pada 2011. Sempat bergabung dengan media lokal, Dr. Dodo akhirnya bekerja di kampusnya sebagai staf tata usaha dan dosen. Pada 2013 ia memutuskan melanjutkan S2-nya di Pasca sarjana Universitas Mataram (Unram), NTB dengan beasiswa Kemenristek Dikti dan selesai pada 2015. Tak sampai berselang dua tahun usai menggondol gelar Magister Ekonomi, ayah tiga anak ini memutuskan melanjutkan S3 di Unibraw dengan beasiswa yang sama.

Wakil Ketua DPP Forum Dosen Indonesia (FDI) ini mengungkapkan, rahasia lain dari kesuksesannya adalah dengan menceritakan ‘peta jalan’ yang akan terungkap. Mengikuti ide ahli, Dr. Dodo terbiasa dengan rencana hidupnya di tempat yang terlihat.

“Saat saya jadi Kepala Pusat Data di kampus, saya plot cerita S2 tahun sekian dan S3 tahun sekian. Tiap hari saya selalu melihat dan diingatkan dengan tulisan itu. Dan ajaibnya karir studio saya benar-benar sesuai dengan apa yang saya tulis itu, ”ujarnya gembira.

Kini, baru sebulan Dr. Dodo diamanahkan memimpin STKIP Yapis Dompu (Ilyas).

Demi Untuk Kuliah Dr Dodo Gadaikan Tanah Warisan

Related Post

Leave a reply