PKC PMII Bali Nusra Menggelar Diskusi Publik Kewaspadaan dan Antisipasi Kerawanan Bernuansa Sara

158 views

PusakaPublik.com (Mataram) – Menjelang akhir tahun PKC PMII Bali-Nusra menggelar Diskusi Publik mengusung tema “Kewaspadaan dan Antisipasi Kerawanan Konflik Bernuansa Sara Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di Provinsi NTB”, Bertempat di D’lima Cafe Mataram. Selasa, 22/12/2020.

Hadir dalam agenda tersebut sebagai narasumber, Wakil Dir Binmas Polda NTB, Zamroni, Ketua Lakpesdan PW NU NTB, Muhammad Jayadi, dan PLT Kesbangpol NTB, Subhan Hasan, S.Sos.

Dalam sambutannya, Aziz Muslim selaku ketua PKC PMII Bali-Nusra Mengatakan, bahwa soal isu sara yang harus diantisipasi bersama, apalagi menjelang tahun baru danan natal 2020.
“Momentum tahun baru dan natal ini menjadi rawan konfik isu sara dengan opini building yang mengujani masyatakat, yang kemudian kita mesti antisipasi bersama dengan cara berdamai dengan menjunjung tinggi perbedaan. Kita harus saling menghargai”. Ungkapnya.

Ia juga menghimbau agar pemuda harus bisa membangun opini bulding yang postif dan mengakmpanyekan perdamaian di daerah NTB, agar tidak ada konfik berbau sara.
“Tidak adalagi konflik yang bernuansa isu sara karena kita sudah final soal perbedaan dan saling menerima satu sama lain darimanapun suku, ras, budaya dan agama kita”. Pungkasnya.

Sebagai pembicara pertama Wakil Dir Binmas Polda NTB, Zamroni, mengajak agar terus bersinergi, optimis bersama dengan pemuda,pemerintah dan semua elmen masyarakat guna mengantisipasi konfik yang kapanpun bisa terjadi.

“Berbicara soal mengantisipasi konflik isu sara, maka yang harus kita lakukan adalah pertama reflekasi perjuangan bangsa, sumpah pemuda, dan mengingat bagiamana pendahulu kita menyatukan visi dalam membangun bangsa dan negara kita ini. Negara kita dibangun dengan susah payah maka, tugas kita harus kita jaga dan merawat keharmonisan”, Tuturnya.

“Kita harus bersyukur bagimana para pejuang bangsa kita telah merekat bangsa kita, maka tugas kita sebagai pemuda harus memiliki 4 prinsip yakni; islam dan negara,islam dan budaya, islam dan Kebhinekaan,islam dan toleransi”. Pungkasnya.

Ketua Lakpesdam PW NU NTB, Muhammad jayadi sebagai pembicara ke dua mengingatkan, bahwa yang penting harus dilakukan kedepan adalah memperbanyak ruang dialog yang lebih manusiawi dan humanis.
“Saya berhadap kader PMII bisa terfasilitasi dimana titik-titik daerah yang dapat dijadikan ruang dialog yang setara dan semartabat serta berkleadilan”. Ungkapnya.

Jayadi juga mengingatkan agar memperbanyak kegiatan kebudayaan,penetrasi hoax dan berita bohong, karena sangat berbahaya dalam memicu terjadinya konflik.

Sebagai pemateri terakhir, PLT Kesbangpol NTB, Subhan Hasan, S.Sos, menyampaikan soal radikalisme, kita ini selalu berbicara soal nasioanilsme, maka saya yakin teman teman OKP ini sudah final soal Pancasila.
“Disetiap momentum selalu rawan radikaslime, karena Indonesia ini adalah strategis, faham-faham radikalisme ini bukan hanya datang dari luar, tapi juga sudah ada dari dalam”. Ungkapnya.

“Daerah yang paling rawan konflik adalah di wilayah kota bima dan dompu, kemudian di Lombok timur, itu menjadi pilotproject BNPT maka NTB kita rawan radikalsime yang dimana itu sejalan dengan narkoba. Oleh sebab itu, pernanan OKP sangat penting untuk menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi dan memabantu pemerintah”, Tambahnya.

Subhan Hasan mengakhiri statemennya dengan menyampikan kabar baik tentang menjaga keamanan pada malam natal dan tahun baru, dengan cara menelusuri elmen setiap agama juga sudah bersiap untuk sama-sama mengamankan perayaan tahun baru dan natal 2020. (Ardin).

Bali Diskusi Isu Nusra PKC PMII Publik Sara

Related Post

Leave a reply