Dua Rumah Sakit di Sumbawa Penuh, Angka Kematian Covid-19 Melampaui Nasional

156 views

Dua Rumah Sakit di Sumbawa Penuh, Angka Kematian Covid-19 Melampaui Nasional

PusakaPublik.com (MATARAM) – Warga NTB patut waswas. Terutama yang bermukim di Kabupaten Sumbawa. Daerah tersebut kini bak “dikepung” Covid-19. Dua rumah sakit di sana sudah penuh. Angka kematian pasien Covid-19 melampui kematian tingkat nasional. Sementara angka kesembuhan berada di bawah rata-rata kesembuhan secara nasional.

Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, berdasarkan data kasus Covid-19 terbaru Senin (25/1), persentase kematian nasional mencapai 2,81 persen. Kemudian tingkat kesembuhan secara nasional sebesar 81 persen dan kasus aktif mencapai 16,1 persen.
Kondisi Kabupaten Sumbawa berada di atas rata-rata nasional,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB ini.

Dia merinci, angka kematian akibat Covid-19 di Sumbawa mencapai 5,3 persen. Kasus aktifnya 20,1 persen, dan tingkat kesembuhannya hanya 74,6 persen. Adapun keterisian tempat tidur di rumah sakit kini di sana sudah di atas 82 persen.

”Dua rumah sakit mereka penuh. Kematian dan kasus aktif lebih tinggi dari nasional. Sementara kesembuhannya lebih rendah. Makanya Sumbawa merah,” jelas Eka.

Sumbawa bersama Kota Bima, Dompu, dan Sumbawa, kini menjadi empat daerah yang menyandang status zona merah di NTB. Empat daerah ini wajib melakukan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan Satgas Covid-19 NTB, dan mulai berlaku kemarin (25/1).

Surat Edaran terkait pembatasan kegiatan masyarakat tersebut mengacu pada empat indikator terkait kondisi suatu daerah. Yakni tingkat kematian di atas rata-rata nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, kasus aktif di atas rata-rata nasional, dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

“Kabupaten Sumbawa memenuhi empat indikator tersebut,” kata Eka.

Sementara untuk Kabupaten Dompu, jika merujuk data Covid-19 terakhir di NTB, hanya memenuhi satu indikator. Yakni angka kematian sebesar 3,6 persen yang di atas rata-rata nasional. Adapun kasus aktif dan tingkat kesembuhan di Dompu masing-masing 15,24 persen dan 81,1 persen.

Begitu juga dengan ketersediaan tempat tidur. Kata Eka, cukup banyak rumah sakit di Dompu. Ada RSUD dan RS Pratama. Ditambah lagi dengan lokasi isolasi terpadu yang dimiliki pemkab.

Kemudian untuk Kabupaten Bima dan Kota Bima, memenuhi tiga dari empat indikator. Kabupaten Bima memiliki kasus aktif mencapai 18,2 persen. Tingkat kesembuhan sebesar 78,8 persen. Tingkat kematian mencapai 2,99 persen. Sementara Kota Bima memiliki persentase kasus aktif sebesar 21,1 persen. Tingkat kesembuhan yang hanya 75,8 persen. Dan, tingkat kematian 2,96 persen.

Eka mengatakan, Bima, kabupaten maupun kota, tidak banyak memiliki tempat untuk isolasi. Sehingga banyak dari pasien positif Covid memilih untuk melakukan isolasi mandiri. ”Ini juga berisiko. Meski isolasi mandiri, harus tetap melalui pengawasan dari rumah sakit,” jelas Eka.

Itu sebabnya, empat daerah ini wajib memberlakukan pembatasan ketat kegiatan masyarakat. Adapun enam kabupaten/kota lain di NTB, bisa juga menerapkan pembatasan sesuai SE Satgas Penanganan Covid NTB. Dengan mengacu pada level kewaspadaan masing-masing daerah.

Eka mengatakan, SE PPKM untuk NTB, tidak memiliki batas akhir. Berbeda dengan kebijakan PPKM yang diterapkan pemerintah pusat untuk sejumlah wilayah. Yang berakhir selama dua minggu, kemudian diperpanjang kembali.

”Kesepakatan kita, tidak ada batas akhir. Tapi, kita tetap menyesuaikan dengan kebijakan dari pusat. Kalau SE ini sudah tidak relevan, kita sesuaikan lagi,” tutur Eka. (dit/Ar).

Covid-19 Kematian Nasional Sumbawa

Related Post

Leave a reply